BANDAR LAMPUNG (Lampost.co)--Majelis Hakim Pengadilan Tinggi Tanjungkarang, menguatkan putusan Pengadilan Negeri Kotaagung atas kasus Money politik yang dilakukan dua terdakwa atas nama Sarwoto dan M. Harisun.

Hakim Tinggi Pada Pengadilan Tinggi Tanjungkarang berkeyakinan jika terdakwa terbukti secara sah meyakinkan bersalah sebagai Manda dalam dakwaan. Dengan alasan itu banding yang diajukan ditolak dan hakim menguatkan putusan PN Kotaagung. 



Melalui Humas Pengadilan Tinggi Tanjungkarang, Jessaya Tarigan kepada Lampost.co mengungkapkan, pertimbangan hakim tingkat pertama sudah benar maka pertimbangan hakim tingkat pertama diambil alih dan dijadikan dasar pertimbangan Pengadilan Tinggi dalam mengadili perkara ini pada tingkat banding.

Menimbang, bahwa dengan alasan-alasan dan pertimbangan hukum sebagai tersebut diatas, maka Pengadilan Tinggi memutusakan menguatkan putusan Pengadilan Negeri Kotaagung dengan nomor 138/Pos.Sus/PN.Kot tanggal 2 Agustus 2018 yang dimohonkan banding tersebut.

Terdakwa kata Jessaya Tarigan, terbukti melanggar pasal 187 A Ayat (1) Undang undang Nomor 1 tahun 2015 tentang penetapan peraturan pemerintah pengganti UU Nomor 1 tahun 2014 tentang pemilihan gubernur, walikota, bupati menjadi undang undang Jo. Undang undang nomor 8 tahun 2015 tentang perubahan Undang undang  nomor 1 tahun 2015 tentang penetapan peraturan pemerintah pengganti undang-undang undang nomor 1 tahun 2014 tentang pemilihan Gubernur, Walikota dan Bupati menjadi Undang Undang  Jo. undang undang nomor 10 tahun 2016 tentang perubahan kedua atas undang-undang undang nomor 1 tahun 2014 dan undang undang nomor 8 tahun 1981 tentang hukum acara pidana serta peraturan perundang undangan lain yang bersangkutan.

" Mengadili menerima permintaan banding dari terdakwa dan Jaksa Penuntut Umum tersebut, menguatkan putusan Pengadilan Kota Agung Nomorn138/Pos.Sus/2018/PN.Kot tanggal 2 Agustus tahu 2018, menetapkan terdakwa tetap ditahan, membebankan biaya perkara kepada terdakwa," kata Jessaya.

Menurut Jessaya, sidang banding dipimpin langsung Hakim Tinggi Pada Pengadilan Tinggi Tanjungkarang, Sugeng Budiyanto, didampingi dua Hakim Tinggi anggota  Sahnan Girsang dan Hakim Tinggi Jesayas

Diketahui Majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Kotaagung menjatuhi hukuman tiga tahun penjara dan denda Rp200 juta subsider satu bulan terhadap dua terdakwa money Politik yakni Sarwoto dan M. Harisun.

Terdakwa dinyatakan terbukti melanggar pasal 187 A junto pasal 73 UU Pilkada Nomor 10 tahun 2016 tentang Pemilihan Kepala Daerah dengan pidana selama tiga tahun penjara dan denda Rp200 juta subsider satu bulan kurungan.

Kedua terdakwa dituntut 42 bulan penjara oleh jaksa penuntut umum karena diduga melakukan praktik politik uang menjelang hari H pencoblosan Pilgub Lampung 27 Juni lalu. Mereka menjalankan perbuatannya berdasarkan perintah Ketua Pimpinan Kecamatan (PK) Golkar Kelumbayan Barat, Hendrik.

Hendrik yang kini buron, menginstruksikan kedua terdakwa membagikan uang yang dimasukkan 200 amplop untuk memilih pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Lampung nomor urut tiga Arinal Djunaidi dan Chusnunia Chalim (Arinal-Nunik). Uang yang dibagikan kedua terdakwa masing-masing amplop berisi Rp50 ribu.

EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR