KALIANDA (Lampost) -- Jajaran Polsek Palas, Lampung Selatan, akan menelusuri keberadaan penjual mi instan yang menyebabkan puluhan siswa SD Negeri 3 Bangunan, Kecamatan Palas, diduga mengalami keracunan, Sabtu (1/9/2018).

Kapolsek Palas Iptu Budi Purnomo mengatakan pihaknya akan menelusuri pedagang mi instan yang kini belum diketahui keberadaanya. Pihaknya akan meminta keterangan terkait puluhan siswa SD yang diduga mengalami keracunan.



"Ya, kami akan telusuri dulu siapa pedagang mi itu. Sebab, pihak sekolah tidak tahu siapa pedagang mi itu. Tapi, kami berusaha menelusurinya," kata dia saat dihubungi Lampost.co, Minggu (2/9/2018).

Meski demikian, kata Budi, pihaknya juga masih menunggu hasil uji laboratorium sample yang diduga penyebab keracunan itu. Disamping itu, pihaknya ingin memastikan apakah ada unsur kesengajaan atau tidak.

"Yang jelas, kami tunggu dulu hasil uji laboratorium dari pihak kesehatan. Soalnya, kami belum tahu apakah dugaan keracunan itu berasal dari atau dari mana," kata dia.

Sebelumnya diberitakan, puluhan siswa SD Negeri 3 Bangunan, Kecamatan Palas, Lampung Selatan, diduga alami keracunan setelah mengonsumsi jajanan mi instan, Sabtu (1/9/2018) sekitar pukul 08.30.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Lampost.co, puluhan siswa mengalami mual hingga muntah-muntah. Beruntung kejadian itu tidak menimbulkan korban jiwa.

Kepala SD Negeri 3 Bangunan, Watio mengatakan kejadian itu bermula puluhan siswa mengalami mual dan muntah-muntah saat mengikuti jam pertama pelajaran. Mengetahui itu, pihak sekolah langsung memanggil UPTD Puskesmas Palas.

"Ada 21 siswa yang alami muntah-muntah. Berdasarkan keterangan dari siswa mereka baru saja mengonsumsi jajanan mi. Dimana, pedagangnya berjualan di luar sekolah 50 meter dari sekolah," kata dia saat dihubungi Lampost.co, Sabtu (1/9/2018).

Menurutnya, seluruh anak yang terindikasi keracunan itu saat ini telah mendapatkan pengobatan medis. Bahkan, ke-21 siswa telah pulih kembali dan istirahat dirumahnya masing-masing. "Untuk saat ini kami belum mengetahui siapa pedagang yang jual mi itu. Sebab, baru dua hari ini pedagang itu berjualan," katanya.

EDITOR

Adi Sunaryo

TAGS


KOMENTAR