SUKADANA (Lampost.co) -- PRI (17), gadis remaja warga Desa Labuhanratu 1, Kecamatan Way Jepara, Lampung Timur, menjadi korban kekerasan seksual hingga hamil dua bulan. Pelaku pemerkosaan, MI (19), warga Desa Labuhanratu IV, Kecamatan Labuhanratu, Lampung Timur. Pelaku ditangkap anggota Polsek Labuhanratu Senin (4/9/2017) di kediamannya.
Kapolres Lampung Timur AKBP Yudhy Chandra Erlianto mengatakan pelaku bisa dijerat dengan Pasal 81 dan 82 UU No 35 Tahun 2014  perubahan atas Undang-Undang No 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak karena telah memaksa gadis yang belum dewasa berhubungan badan.
Kapolres mengatakan peristiwa berawal pada Sabtu  (1/7/2017) siang hari, korban dihubungi pelaku melalui ponsel disuruh main ke rumah pelaku karena keduanya memiliki hubungan asmara sehingga korban menuruti perintah pelaku. Setiba di rumah pelaku yang jarak tempuhnya 5 kilometer dari rumah korban, kedua remaja itu berbincang di ruang tamu. Sejurus kemudian pria lajang itu tanpa pikir panjang menarik gadis remaja memaksa masuk ke kamar pelaku.
Meskipun korban menolak dan berusaha melepas tangan pria tersebut, namun usaha itu sia-sia. Setelah masuk kamar, korban didorong ke tempat tidur pelaku. Setelah itu dengan leluasa pelaku memerkosa korban. "Bahkan sampai hamil dua bulan korban saat ini," ujar Kapolres Lampung Timur.
Pelaku ditangkap Senin (4/9/2017) siang, di kediamannya setelah petugas menyelidiki selama satu bulan. Saat ini pelaku mendekam di sel tahanan Mapolsek Labuhanratu.


 

EDITOR

Isnovan Djamaludin

TAGS


KOMENTAR