Jakarta (Lampost.co) -- Ditlantas Polda Metro Jaya Kombes Halim Pagara menegaskan penggunaan alat global positioning system (GPS) yang terpasang baik di kendaraan roda dua maupun roda empat tak dilarang. Ini sesuai Pasal 283 juncto 106 ayat (1) Undang-undang Nomor 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas.

"Penggunaan handphone di dalam pasal tersebut itu yang dilarang. Jadi, penggunaan handphone pada saat mengemudi yang memengaruhi konsentrasi penuh dan membuat laju kendaraan menjadi tidak wajar, itu yang dilarang," tegas Halim di Hotel Boutique, Blok M, Jakarta Selatan, Rabu, 7 Maret 2018.

Kepala Korlantas Mabes Polri Irjen Royke Lumowa menambahkan penggunaan aplikasi GPS di telepon genggam yang diletakkan di dashbor mobil maupun motor juga tak dilarang. Selama pengemudi tak mengoperasikan telepon genggamnya sambil berkendara.

"Aplikasi GPS (di telepon genggam) boleh-boleh saja selama dipasang di tempat yang tidak mengganggu. Aplikasi GPS menggunakan suara, jadi GPS hanya mengarahkan saja. Yang tidak boleh itu sambil nyetir GPS diotak-atik sambil bawa motor, sudah merokok dia main-main handphone lagi, ya enggak boleh," kata Royke.

Royke menuturkan, jika pengemudi ingin mengatur ulang alat GPS, harus berhenti dan menepi terlebih dahulu. Mengatur ulang alat GPS sambil mengemudikan kendaraan termasuk hal yang dilarang.

Lebih lanjut, Royke mengatakan UU Lalu Lintas dibuat untuk menjamin keselamatan semua pihak. Ia meminta masyarakat untuk mematuhi UU tersebut.

"Dalam rangka untuk menjamin dan menjaga keselamatan berlalu lintas, banyak aturan-aturan yang harus dipatuhi dan mana yang dilarang, itu semua harus diperhatikan," tukas Royke. 

EDITOR

Winarko

TAGS


KOMENTAR