JAKARTA (Lampost.co)--Pihak kepolisian telah menangkap 33 terduga teroris selama aksi teror di sejumlah wilayah di Indonesia. Mereka tersebar di Jawa Timur, Jawa Barat, Riau, Jakarta, dan Tangerang. 

"Sebanyak 33 (orang) yang sudah ditangani," kata Wakapolri Komjen Syafruddin ditemui di Kemenko PMK, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta, Kamis (17/5/2018). 
Dari total jumlah tersebut, 18 orang berasal dari Surabaya dengan 14 di antaranya berstatus terduga dan 4 lainnya saksi. Jumlah itu sudah termasuk terduga teroris yang terpaksa ditembak mati oleh Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror. 
Syafruddin mengatakan kepolisian juga telah menangkap satu terduga teroris di Tarakan, Kalimantan Utara. Terduga ditangkap tanpa aksi meledakkan diri seperti terduga sebelumnya. "Satu orang enggak ada bom," imbuh dia. 
Untuk meningkatkan keamanan dalam negeri, kepolisian menurunkan sebanyak 20 ribu pasukan cadangan Polda Metro Jaya ditambah 36 ribu pasukan lainnya yang tersebar di wilayah Indonesia. 
"Sebanyak 20 ribu personel cadangan Polda Metro Jaya. Di luar 36 ribu personel," ujarnya. 
Aksi teror bom bunuh diri kembali terjadi di Markas Polda Riau dengan melukai dua anggota polisi dan dua wartawan. Sementara satu polisi gugur setelah ditabrak. 
Sebelumnya, peristiwa ledakan bom terjadi di Mapolrestabes Surabaya yang melukai 4 anggota polisi dan 6 warga sipil. 
Peristiwa tersebut terjadi sehari setelah serangan bom di tiga gereja, yakni Gereja Maria Tak Bercela, Gereja Kristen Indonesia, dan Gereja Pantekosta Pusat.
 

EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR