BANDAR LAMPUNG (Lampost.co)--Satreskrim Polresta Bandar Lampung segera, masih mencari keterangan saksi, seputar ulah wartawan gadungan Erlyan Utama (35), warga Tanjungseneng, Bandar Lampung, yang kerap menipu mengatas namakan Lampung Post, dan diduga memeras sejumlah PNS baik di lingkungan Pemkab, Pemprov, hingga di ranah pendidikan.
"Kebetulan salah satu saksi yang juga korban, belum kita periksa, karena kemaren baru bepergian ke Solo," ujar Kasatreskrim Polresta Bandar Lampung, Kompol Harto Agung Cahyono, kepada Lampost.co, Jumat (3/8/2018).
Harto mengatakan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan penyidik, dalam waktu dekat, salah satu saksi yakni guru di SMPN 5 Bandar Lampung, akan datang untuk memberikan keterangan. "Kita langsung gelar perkara kalau sudah," kata mantan Kapolsek Tanjungkarang Barat itu.
Selain itu, Harto juga mengimbau, agar instansi pemerintah, ASN, siapapun yang kerap atau pernah diperas, diintimidasi, atau diancam oleh Erlyan, agar melapor ke Mapolresta Bandar Lampung. "Silahkan yang dirugikan melapor," katanya.
Saat ini, Erlyan Utama ditanggungkan penahanannya, atas permintaan sang istri Anggi Riandini (34), dengan alasan sang suami merupakan tulang punggung keluarga, dan sang istri menjamin suaminya tak akan kabur dan kooperatif ketika nanti akan diperiksa kembali.
"Dia masih ada di kediamannya dan wajib lapornya jalan, seementara pencemaran nama baik, dan ancaman di bawah 5 tahun, jadi enggak ditahan katanya.
Dari pemeriksaan sementara, pelaku memang diduga kerap meminta sejumlah uang ke instansi terkait dengan mengatasnamakan Lampung Post. Dugaan sementara pelaku meminta uang mulai dari Rp1 juta kadang lebih.
"Modusnya dia ngaku dari media, kemudian minta untuk berobat orang tua, untuk intimidasi, masih kita dalami," kata Harto.

EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR