BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- SATRESKRIM Polresta Bandar Lampung bersama Polsek Telukbetung Selatan, melimpakahkan, Robert Panggabean (35), warga Jalan Basuki Rahmat, Gedung Pakuon, Telukbetung Selatan, ke Rumah Sakit Jiwa (RSJ).

Hal tersebut untuk mengetahui apakah pelaku yang menembak tetangganya sendiri dengan senapan angin, benar-benar mengalami gangguan jiwa.



"Walau dia sudah punya track record gangguan jiwa sejak 1999 dan ada kartu kuning tapi masih kita kaji lagi, hari ini kita bawa dia ke RSJ, untuk dicek, dan sementara di disana dalam pemeriksaan," ujarnya kepada Lampost.co,  Jumat (13/9/2018).

Nantinya, hasil kejiwaan atau visum Et Repertum, akan dijadikan Penyidik, untuk mengambil tindakan apakah perkara ini dilanjutkan penyidikannya, atau dihentikan karena pelaku terbukti mengalami gangguan jiwa. "Biasanya keluar itu 1 Minggu, itu keluar hasil visumnya," katanya.

Sebelumnya, Robert Panggabean, diduga mengalami gangguan Jiwa sejak tahun 1999, bahkan dia juga memiliki riwayat kejiwaan dengan mengantungi kartu kuning.

"Dia ini, memang pernah gangguan Jiwa, tapi empat tahun belakangan sempat dinyatakan sembuh, makanya nanti kita cek lagi," kata Kasatreskrim Polresta Bandar Lampung Kompol Harto Agung Cahyono, Kamis (13/9/2018).

Untuk memastikan apakah pelaku dapat dijerat pidana, pihak Satreskrim Polresta Bandar Lampung dengan Polsek TanjungKarang Barat, akan menggelar perkara terlebih dahulu. Kemudian selanjutnya, dengan mengirimkan korban untuk dilaksanakan visum et repertum kejiawaannha di Rumah Sakit Jiwa Provinsi Lampung.

"Jadi kita nanti Koordinasi dengan RSJ, apakah memang mengalami gangguan jiwa, atau tidak, jadi dasar kita," katanya 

Kendati belum ditetapkan sebagai tersangka karena butuh pernyataan dari RSJ, namun pelaku diancam dengan pasal 351 KUHP ayat (2)  yakni Penganiayaan mengakibatkan luka-luka berat, yang bersalah diancam 
dengan pidana penjara paling lama lima tahun.

 

 

EDITOR

Firman Luqmanulhakim

TAGS


KOMENTAR