BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Polresta Bandar Lampung telah menerima laporan dan tengah menyelidiki kasus dugaan penganiayaan yang dialami Imron (42), wartawan salah satu media di Lampung.

Kasat Reskrim Polresta Bandar Lampung, Kompol Harto Agung Cahyono mengatakan laporan polisi sudah diterimanya. Kedepan, seluruh saksi akan diperiksa.



"Kami akan visum, panggil seluruh saksi yang ada, untuk mengetahu sejauh mana kejadian tersebut, apa benar sesuai keterangan korban," kata Harto ditemui Lampost.co disela-sela pengamanan kantor KPU, Rabu (10/1/2018) siang.

Menurut dia pelapor Imron dalam hal ini wartawan salah satu media di Lampung akan dimintai keterangan lebih dalam seputar peristiwa tersebut.

"Pelapor sudah di BAP awal saat melapor, kami akan panggil lagi untuk pemeriksaan lebih lanjut," kata dia.

Tidak hanya laporan penganiayaan, penyidik juga akan menelusuri motif penganiayaan tersebut. "Sementara kami lidik laporan dugaan penganiayaan, setelah itu kami akan lidik soal mobil yang disebutkan dibawa lari, kami akan lidik mobil itu ada disiapa, apa benar dilarikan dan sebagainya," kata dia.

Bahkan, oknum perwira yang disebut-sebut dalam laporan korban akan diperiksa juga. "Yang oknum perwira juga nanti kita panggil tentu," kata Harto.

Sebelumnya, Imron (42) warga Karanganyar, Gedongtataan, Pesawaran melaporkan preman bernisial AN atas penganiayaan yang dilakukan dihadapan perwira polisi di kantin Ditsabhara Polda Lampung, Senin (8/1/2018) lalu.

EDITOR

Winarko

TAGS


KOMENTAR