BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Satreskrim Polresta Bandar Lampung segera melakukan gelar perkara, terkait dugaan tindak pidana pencemaran nama baik Lampung Post, dengan pelaku Erlyan Utama (35), Warga Tanjungseneng, yang kerap meminta sejumlah uang kepada Instansi, terakhir SMPN 5 Bandar Lampung dan Rutan Way Huwi.

"Sementara terlapor yang diamankan Senin (23/7/2018) di salah satu Rutan (Way Huwi), masih menjadi saksi, kita harus gelar perkara dulu," ujar Kasatreskrim Polresta Bandar Lampung, Kompol Harto Agung Cahyono, Selasa (24/7/2018).



Saat ini, Erlyan Utama ditangguhkan penahanannya atas permintaan sang istri Anggi Riandini (34) dengan alasan sang suami merupakan tulang punggung keluarga dan sang istri menjamin suaminya tidak akan kabur dan kooperatif, ketika nanti akan diperiksa kembali.

"Sementara pencemaran nama baik dan ancaman dibawah 5 tahun, jadi kita kenakan wajib lapor," katanya.

Dari pemeriksaan sementara, pelaku memang diduga kerap meminta sejumlah uang ke instansi terkait dengan mengatasnamakan Lampung Post. Dugaan sementara pelaku meminta uang mulai dari Rp1 juta terkadang kadang lebih. "Modusnya dia ngaku media, kemudian minta untuk berobat orang tua atau dengan intimidasi. Masih kita dalami," kata alumnus Akpol 2005 itu.

EDITOR

Adi Sunaryo

TAGS


KOMENTAR