BANDAR LAMPUNG (Lampost.co)--Kepala Satuan Lalu Lintas Polresta Bandar Lampung Kompol S Nanda Mega mengatakan upaya mengurai kemacetan di Jalan Teuku Umar akibat adanya jalan layang dengan menutup U-turn di depan PTPN 7. Selain itu, perlu dilakukan pelebaran jalan di depan Pasar Koga untuk memperlancar arus kendaraan yang menuju Rajabasa.

Menurut dia, arus lalu linta di bawah flyover Mal Boemi Kedaton cukup padat. Untuk memecah kamacetannya, Polresta menyebarkan sejumlah personel untuk memperlancar arus kendaraan. "Seusai kajian karena di depan PTPN 7  itu akan menghambat arus lalin dari arah flyover. Kalau di bawah flyover hanya padat, tapi penebalan personel dilakukan untuk mengatasi kepadatan," kata dia.
Direktur Lalu Lintas Polda Lampung Komisaris Besar (Kombes) Kemas Ahmad Yamin, melalui Kasubdit Kamsel AKBP Junaidi, menilai andalalin di Jalan Teuku Umar dan flyover MBK sudah seusai dengan kajian dan prediksi kemacetan ke depan nanti. "Sudah sesuai dengan yang dikeluarkan Kementerian Perhubungan dan Korlantas," ujarnya.



Menurutnya, penutupan dua U-turn di Jalan Teuku Umar dilakukan karena berpotensi menyebabkan kepadatan kendaraan. Hal ini segera diantisipasi dengan memindahkan U-turn lebih maju ke depan. "Penutupan U-turn, saya yang surati ke Dishub Bandar Lampung dan Dinas PU Kota supaya," ujarpnya.

Pengamat transportasi Universitas Lampung Sasana Putra, Rabu (17/1/2018), menyarankan U-turn di depan Pasar Koga ditutup karena terlalu sempit. Sebaiknya pengendara diarahkan untuk memutar di depan Makam Pahlawan.
"Saya sarankan selain menutup belokan di depan PTPN 7, Pemkot juga menutup belokan di depan Pasar Koga. Langkah selanjutnya memperlebar jalan sebelah kanan di depan Makam Pahlawan untuk berputar kendaraan yang ingin mengarah ke Rajabasa," kata dia. 
 

EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR