BANDAR LAMPUNG (Lampost.co)--Para mitra ojek online diminta tidak melakukan mobilisasi massa jika ada permasalahan pribadi yang dialami para mitra tersebut. Hal tersebut dikatakan Kasatreskrim Polresta Bandar Lampung Kompol Harto Agung Cahyono, karena seringnya para mitra ojek, menggeruduk beberapa lokasi, ketika terjadi permasalahan yang melibatkan rekannya.

Kasatreskrim mencontohkan kejadian antara mitra gojek Lutfi dan pegawai Geprek Bensu Alvin pada Kamis (9/8/2018), kendati berujung damai. Juga penggerudukan mitra ojek di Bengkel Tunas Gemilang Jalan Pajajaran, Jagabaya II, pada Selasa (14/8/2018), atas dugaan pelarian sepeda motor milikIidirs selaku mitra ojek online oleh mekanik bengkel tersebut.



"Permasalahan pribadi jangan dibawa ke kelompok, selesaikan pribadi, jangan membawa massa, karena menggangu Kamtibmas," ujarnya kepada Lampost.co, Selasa (14/8/2018).

Menurut Harto, saat ini Polresta masih sekedar melakukan imbauan, jika memang masih ada masalah seperti ini, kemudian muncul main hakim sendiri, hingga pengurusakan akan ditindak tegas. "Bakal kita tangkap," katanya.

Namun para mitra gojek juga jangan kecewa, jika memang ada permasalahan hingga berujung tindak pidana, dengan korban mitra gojek, segera melapor dan pastinya kasus akan dituntaskan.
Untuk kejadian dugaan penggelapan motor Idris oleh mekanik bengkel berinisal A, sedang dalam proses, katanya.

"Jadi itu mekanik dan pemilik bengkel masih ada hubungan kekerabatan, sementara mediasi, pemilik bengkel siap tanggung jawab. Untuk mekaniknya masih dicari, dan kita melakukan pengejaran," kata Harto.

EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR