BANDAR LAMPUNG (lampost.co) -- Polresta Bandar Lampung terus berupaya meningkatkan pengamanan jelang Natal dan Tahun Baru, serta libur panjang, sesuai dengan antensi Kapolri Jenderal M. Tito Karnavian melalui Kapolda Lampung Irjen Suroso Hadi Siswoyo agar tindakan premanisme, kejahatan, dan pencurian benar-benar minim dan tidak ada menjelang dan pada saat Operasi Lilin berjalan.
Untuk itu Kapolresta Bandar Lampung Komisaris Besar Murbani Budi Pitono mengedenpankan strong point sebagai ujung tombak dalam pengamanan jelang Natal dan Tahun Baru, dari berbagai tindak kejahatan.  Pengecakan titik-titik strong point yang ada di setiap polsek dilakukan Murbani, Kamis (14/12/2017) berserta jajarannya seperti Bagian Operasional, Binmas, dan juga Reskrim.
Pengecekan titik strong point dilakukan untuk mengetahui kesiapan personel, persenjataan, dan juga kendaraan taktis untuk memaksimalkan kinerja ketika peristiwa terjadi. Beberapa strong point seperti di Hutan Kera dan Klinik kesehatan di Jalan MS Batubara, Kelurahan Kupang Teba, Kecamatan Telukbetung Utara,  strong point Gudang Lelang Jalan Laksamana Malhayati, Kelurahan Telukbetung, Kecamtan Telukbetung Selatan, dan strong point di persimpangan Sukamaju, Kecamatan Telukbetung Timur.
Dari hasil pemantauan, personel dan perlengkapan dinilai cukup memadai, dan siap menjadi  ujung tombak pengamanan jelang Natal dan Tahun Baru.
“Jadi saya pastikan strong point ini salah satu bentuk pengamanan yang sifatnya dinamis harus siap sedia, dan titik-titiknya di areal stratgeis yang bisa diakses ke seluruh penjuru  wilayah hukum Polres, dan titik utama dari kecamatan, sehingga personel bisa segera bergerak ketika mendapatkan informasi, contoh ini di Hutan Kera dan TBS, infonya sering banyak kriminalitas di sini dan kita selalu jaga, sudah banyak penindakan di sini,” ujar Murbani kepada lampost.co, di tengah-tengah pemantauan strong point, Kamis (14/12/2017).
Personel juga diminta siap sedia dalam berjaga, bersinergi dengan program SPIS yang mengedepankan pelayanan berbasis IT. Jika mendapat laporan namun personel tak bergerak, tentunya akan ditindak tegas. Strong point yang bersifat jemput bola dan dinamis, akan disinergikan dengan pos pengamanan (pospam) dalam Operasi Lilin, dan menyertakan hunting Unit Reksrim, dan Satlantas untuk mengamankan titik rawan yang telah dipetakan. Pospam akan didirkan di Jalan Raden Intan, Terminal Rajabasa, pertigaan Baruna, dan Tugu Raden Intan, sebagai titik yang bisa menjangkau  potensi rawan, begal, jambret, C3, dan krimintalitas jelang libur panjang seperti di Terminal Rajabasa, Panjang, dan Kemiling, Stasiun Kereta Api Tanjungkarang, Pelabuhan Panjang, jalur transportasi bus AKAP  seperti dilLapangan Baruna, sepanjang Jalan Yos Sudarso, dan juga titik-titik pusat perbelanjaan seperti mal dan pasar tradisional. Selain itu jelang Natal dan Tahun Baru pengamanan berlapis pada rumah ibadah juga diperketat.
Strong point sifatnya dinamis menerima segala bentuk pengaduan dari SPIS, dan Pospam berfungsi menjaga titk-titik rawan, kayak pusat perbelanjaan, transporatsi dan lain-lain. Jumlah personel diperikrakan sekitar 700 orang sesuai dengan rencana pengamanan, tapi riilnya setiap personel siap siaga. Masyarakat  jangan sungkan untuk menggunakan program SPIS, dan lapor ke Pospam kalau ada tindak kriminalitas,” kata mantan Kapolres Banyumas itu.
Sementara itu, Kapolsek Telukbetung Barat (TBB) Komisaris Atang Samsuri mengatakan siap melakukan pengamanan di wilayah hukumnya, terutama arah pantai yang diprediksi akan dipadati wisatawan jelang Natal dan Tahun Baru. Persiapan personel strong point, penebalan hunting Reksrim dan Satlantas akan dilaksanakan agar wisatawan yang hendak berlibur ke arah Kabupaten Pesawaran bisa aman dan jauh dari tindak kriminalitas.
“Ini  barusan dicek sama Pak Kapolres Murbani, kami  sudah siapkan personel baik di strong point, maupun Satlantas dan Reskrim, untuk berjaga nanti di titik-titik yang ditentukan, terutama yang mau berlibur ke arah pantai,” katanya.

EDITOR

Isnovan Djamaludin

TAGS


KOMENTAR