BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Polresta Bandar Lampung akan segera melakukan pengecekan kembali terhadap laporan perkara pelapor dugaan tindak pidana penipuan, terkait uang muka pembangunan Pasar SMEP dengan terlapor Direktur Utama PT Prabu Artha Makmur Ferry Sulistyo alias Alay, sebagai pelapor Syamruzial.

Laporan perkara tersebut dengan nomor LP/B/1945/IV/2018/LPG/RESTA BALAm 25 April 2018, dengan terlapor Vivi dan Alay alis Fery Sulistyo. "Akan saya cross cek kembali," ujar Kasatreskrim Polresta Bandar Lampung  Kompol Harto Agung Cahyono, kepada Lampost.co Senin (27/8/2018).



Menurut Harto, pihaknya segera melakukan pemanggilan kepada saksi pelapor, maupun terlapor untuk dimintai keterangan kembali guna menelaah perkara tersebut. "Nanti dijadwalkan. Kemungkinan pelapor atau kuasa hukumnya bakal kita panggil lagi," katanya.

Baca Juga:

Pedagang Pasar SMEP Harapkan Kapolda Baru Bisa Selesaikan Masalah 

Sementara itu, Pengamat Hukum Pidana Heni Siswanto minta Polresta Bandar Lampung harus teliti dan jeli menangani perkara dugaan penipuan dengan terlapor Alay. Pasalnya, Alay yang jadi tersangka di Polres Tulangbawang dengan perkara lainnya, terpaksa harus dilepaskan demi hukum. Karena ketika masa penahanan melebihi batas waktu, penyidik belum bisa melengkapi alat bukti yang diminta Jaksa Penuntut Umum (JPU).

"Yang di Tuba itu, ya harus sesuai ketentuan. Makanya polisi harus jeli, kuatkan dulu minimal dua alat bukti, sebelum melakukan penangkapan. Karena kita punya asas praduga tak bersalah," katanya.

Disinggung soal kendala pelapor karena kuasa hukumnya yang tidak merespon atau memberikan informasi soal pelaporan tersebut, Heni mengatakan pihaknya menyarankan, agar pelapor mencabut kuasa dan mencari orang ;ain yang lebih berkompeten. "Ya ganti aja kuasa hukum, cabut pendampingan," katanya.

EDITOR

Adi Sunaryo

TAGS


KOMENTAR