BANDAR LAMPUNG (Lampost.co)--Polresta Bandar Lampung akan fokus melakukan pengamanan dan pengawasan di terminal tipe A Rajabasa pada pelaksanaan Operasi Lilin Krakatau 2018, yang berlangsung selama 12 hari.

Kapolresta Bandar Lampung juga mengantisipasi adanya ulah oknum-oknum yang tak bertanggung jawab, yang dikhawatirkan melakukan pemalakan, pemerasan, atau upaya intimidasi, hingga paksaan untuk menaiki bus, yang membuat para penumpang tak aman, Seperti calo dan preman, hingga pemberlakuan Porter sesuai prosedur.



"Kita pertebal pengamanan di terminal ini, baik Polresta dan Polsek lakukan pengawasan 24 jam, ada pengaman terbuka dan tertutup. Pokoknya masyarakat harus aman dan nyaman," ujar Kapolresta Bandar Lampung Kombespol Wirdo Nefisco, Jumat (21/12/2018).

Pengamanan Terminal Rajabasa sebagai sentra utama, tak mengurangi posko pengawasan lainnya. Total ada 9 posko Pengamanan yakni Tugu Raden Intan, Kemiling, Bambu Kuning, Kota Teluk Sukamaju, simpang Golf, Antasari, Mahan Agung, dan Baruna, kemudian 2 posko pelayanan yakni Terminal Rajabasa, dan Ramayana, serta 1 posko utama d Polresta Bandar Lampung. "Masyarakat jangan ragu untuk istirahat, atau lapor ke Posko, jika ada kejadian," katanya.

Pihaknya juga telah melakukan pemetaan, jalur rawan. Mulai rawan kepadatan, yakni Raden Intan--RA Kartini, dan jalur pantai ke arah Mutun jelang hari libur. Kemudian ada jalur rawan kriminal, seperti di By Pass Soekarno-Hatta yang menjadi tempat jalur melarikan diri para pelaku kriminal. "Tapi semua wilayah sudah kita lakukan Pengamanan, dan cipta kondisi," katanya.

EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR