WAY KANAN (Lampost.co) --  Satnarkoba Polres Way Kanan meringkus dua pelaku berinisial JAE (21) dan SRU (24), warga Kampung Sukamaju, Kecamatan Bumi Agung, Kabupaten Way Kanan, karena kedapatan memiliki narkotika diduga jenis sabu.

Kapolres Way Kanan AKBP Doni Wahyudi, melalui Kasat Narkoba IPTU Dwi Atma Yofi Wirabrata, dikonfirmasi Rabu (12/9/2018), mengatakan bahwa Satnarkoba Polres Way Kanan  mendapatkan informasi dari masyarakat, dirumah milik seorang wanita berinisial SRU sering terjadi transaksi narkotika jenis sabu.



Mendapat informasi tersebut anggota Satnarkoba melakukan penyelidikan ke Kampung Bumi Agung, Kecamatan Bumi Agung, Kabupaten Way Kanan, pada Senin (10/9) sekira pukul 14.30 wib anggota melakukan pembelian terselubung (Undercover Buy) dengan memesan narkotika jenis sabu dari seorang wanita berinisial SRU yang ada di rumah tersebut. 

Pada saat berada dirumah anggota yang melakukan penyamaran bertemu dengan SRU, lalu seketika ada seorang pria berinisal JAE tiba-tiba keluar dari dalam kamar mencoba melarikan diri, dengan sigap anggota pun langsung melakukan penyergapan dan berhasil mengamankan pelaku dirumah milik SRU.

"Hasil penggeledahan badan terhadap pelaku JAE ditemukan satu bungkus plastik klip yang didalamnya berisikan dua bungkus plastik bening yang berisikan kristal putih diduga narkotika jenis sabu," ujarnya. 

Masih di tempat sama, lanjutnya, saat penggeledahan didalam rumah pelaku SRU ternyata anggota satnarkoba menemukan kembali, tiga bungkus plastik klip ukuran sedang, satu bungkus plastik klip ukuran kecil berisikan kristal putih yang diduga narkotika jenis sabu. 

"Selanjutnya pelaku dan barang bukti narkotika diduga sabu dengan berat bruto 5,3 gram lansung dibawa dan  diamankan ke Polres Way Kanan guna dilakukan penyelidikan lebih lanjut," tambah dia.

Sementara itu, dua pelaku akan dijerat dengan Pasal 114 ayat (1) Jo Pasal 112 ayat (1) UU RI No 35 tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman pidana penjara seumur hidup atau pidana penjara paling singkat lima tahun paling lama 20 tahun.

EDITOR

Winarko

TAGS


KOMENTAR