WAY KANAN (Lampost.co)--Satreskrim Polres Way Kanan beserta Kejaksaan Negeri Way Kanan menggelar rekonstruksi pembunuhan Suharni. Dalam rekonstruksi itu, ada belasan adegan dilakukan Mukayim terhadap Suharni hingga tak bernyawa.

Kapolres Way Kanan, AKBP Doni Wahyudi, melalui Kasat Reskrim AKP Yuda Wiranegara, dikonfirmasi di Tempat Kejadian Perkara di Kampung Gunungsangkaran, Kecamatan Blambangan Umpu, Rabu (13/12/2017), menuturkan rekonstruksi ini digelar untuk melengkapi berkas terkait pembunuhan yang dilakukan Mukayim (43), warga Saung Dadi, Kecamatan Buay Pemuka Peliung, Kabupaten OKU Timur, Provinsi Sumatera Selatan, terhadap korban Suharni (40) warga Martapura, Kabupaten OkU Timur, Provinsi Sumatera Selatan.
"Kurang lebih sekitar 19 adegan dilakukan tersangka Mukayim untuk membunuh korbannya hingga tak bernyawa. Setelah korban dibunuh, Mukayim langsung menyerat ke kamar mandi diluar rumah yang tak berpenghuni di Kampung Gunungsangkaran dengan ditutupi daun kering dan genteng rumah yang ada dissekitar kamar mandi tersebut", tegasnya.



Kejadian ini bermula pada Jumat, 13 Oktober lalu sekitar pukul 17.00 wib. Pada saat itu anggota Polsek Blambangan Umpu Ipda Haris, Bripka Agus Darmawan dan Brigpol Satria Abrianto, sedang melaksnakan patroli ke arah Bumi Baru. 
Namun sesampainya di Gunungsangkaran, Dusun 4, Kecamatan Blambangan Umpu, Kabupaten Way Kanan, diberhentikan oleh salah satu warga setempat Wanto, yang menginformasikan adanya mayat perempuan dengan identitas Suharni (40) warga Martapura, Kabupaten Oku Timur, Provinsi Sumatera Selatan di dalam kamar mandi diluar rumah yang tidak berpenghuni, katanya.
Motif pembunuhan uharni yang merupakan selingkuhan tersangka Mukayim minta dinikahkan. "Keduanya menjalin hubungan kurang lebih sekitar dua tahunan. Pada saat korban meminta menikah pelaku tidak mengikinnya dan saat itulah terjadi perselisihan sehingga korban meregang nyawa ditangan tersangka," jelasnya.
Tersangka akan dijerat dengan Pasal berlapis yakni pasal 338/340, Tentang pembunuhan berencana, dengan ancaman maksimal hukuman mati atau seumur hidup dan Pasal 362, Tentang pencurian ancaman hukuman maksimal 6 tahun penjara, ungkapnya.

 

EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR