MENGGALA (Lampost.co)--Pihak penyidik Kepolisian Resor Tulangbawang mengaku kesulitan memenuhi berkas P19 kasus penipuan yang menyeret Direktur Utama PT Prabu Artha Makmur Ferry Sulistiyo alias Alay. Alasannya, saksi kunci kasus tersebut belum diketahui keberadaannya.

Kapolres Tulangbawang, AKBP Raswanto Hadiwibowo, melalui Kanit Resum polres setempat Iptu Divia mengatakan, pihaknya tengah berusaha melengkapi unsur-unsur yang diminta pihak kejaksaan.
Dia mengaku, selain tidak tahu lokasi keberadaan kasir Alay. Saksi-saksi lainnya juga turut tidak mengetahui keberadaan kasir tersebut, bahkan Alay.
Dia menyebut lokasi kasir Alay tidak terlacak, karena perusahaan sudah tutup sejak lama.
"Kunci utamanya ada dikasir. Nomor hpnya enggak ada, dia (Red Alay) juga ditanya enggak tau, saksi yang lain juga enggak tau itu yang jado masalahnya, karena Alay kan ditangkap PT itu sudah ditutup sejak lama, Mas," kata dia dihubungi Lampost.co, Senin (23/7/2018).
"Intinya unsur penipuan dan penggelapan belum tergambar kalau menurut jaksa, untuk penyidik sih sudah, cuma kata jaksa ada belumnya, makanya kita lagi lengkapi," tambahnya.
Sementara disinggung terkait kapan pihak Polda menyerahkan Alay ke Polres dan kapan Alay dilepas oleh pihaknya, dia enggan berkomentar lebih jauh. "Saya hanya bisa menjelaskan itu saja," ujar dia.
Sementara itu Kasi Pidum Kejaksaan Negeri Menggala Bani Ginting saat dihubungi lampost.co tidak memberikan jawaban. 



 

EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR