MENGGALA (Lampost.co) -- Ribuan massa menggeruduk kantor Mapolres Tulangbawang, Jumat (15/3/2019). Massa yang datang menggunakan mobil truk dan kendaraan bermotor langsung memadati gerbang mapolres setempat.

Nampak ratusan aparat kepolisian berjaga menghalau massa agar tidak masuk ke halaman mapolres. Pagar kawat berduri sudah terpasang di pintu masuk, dua unit mobil water canon sudah stand by, dan aparat kepolisian berseragam lengkap sudah bersiaga di lokasi untuk menghalau massa.



Massa sempat menyampaikan beberapa orasinya di depan gerbang mapolres selama dua jam lebih. Namun, karena tidak puas massa mencoba menerobos penjagaan, mereka hendak bertemu langsung dengan Kapolres Tulangbawang AKBP Syaiful Wahyudi.

Baca juga:

Jelang Pemilu 2019, Polres dan Satpol PP Way Kanan Gelar Latihan Pengamanan

Keributan tidak terelekan. Massa yang memaksa masuk ke halaman polres merusak pagar kawat berduri dan terlibat adu dorong dengan polisi. Baku hantam akhirnya terjadi antara ribuan massa dan polisi. Aksi massa semakin anarkis, mereka melempari polisi yang berjaga dengan batu, botol air mineral, dan kayu.

"Simulasi yang kita lakukan ini adalah upaya untuk meminimalisir terjadi tindak anarkis massa dari salah satu peserta pemilu, kerena tidak puas atas hasil pemilu pilpres ataupun pileg. Ini adalah gambaran pengamanan nanti. Bahkan, ini bisa lebih buruk dari hari ini," ujar Wakapolres Tulangbawang Kompol Djoni Arifin, seusai pelaksaan simulasi pengamanan pemilu, Jumat (15/3/2019).

Dia berharap, sebelum dan sesudah hari pencoblosan pemilu pilpres dan pileg 17 April mendatang, situasi kamtibmas di wilayah Hukum Polres Tulangbawang dapat tetap kondusif. "Kita ingin mencari pemimpin yang terbaik. Kita juga harus mampu menciptakan suasa pemilu yang aman, damai, dan sejuk. Jangan sampai kita terpecah belah," kata Djoni.

BERITA LAINNYA


EDITOR

Adi Sunaryo

TAGS


KOMENTAR