PRINGSEWU (Lampost.co)--Pemeriksaan senjata api milik anggota Polri yang dilakukan Polres Tanggamus di Mapolsek Pringsewu Selasa (17/10/2017), ditemukan 10 pucuk senjata api yang masa izin berlakunya telah habis.

Kabag Sumda Polres Tanggamus, Kompol Basuki Ismanto, menyatakan pemeriksaan senjata api dilakukan atas perintah Kapolda mengingat belakangan ini ada anggota Polri yang bunuh diri dengan menggunakan senjata api serta kasus pencurian di Pringsewu yang pelakunya memiliki senjata api.
"Yang diperiksa administrasi masa berlaku kepemilikan senjata api," ujar Basuki Ismanto.



Wakapolres Tanggamus Kompol M Budhi Setiadi menjelaskan pemeriksaan untuk mengetahui bagaimana kondisi senjata apakah masih bisa digunakan. Dia juga berpesan untuk penggunaan senjata dilakukan dalam tindakan terakhir.
"Anda semua telah dilatih ilmu bela diri manfaatka itu dalam menjalankan tugas jika terpaksa baru gunakan senjata api, sekali lagi saya tekankan senjata api yang anda pegang bukanlah untuk gaya gayaan," tegasnya.

Kapolsek Pringsewu, Kompol Andik  Purnomo Sigit, menambahkan pemeriksaan senpi dilakukan terhadap anggota Polsek Pringsewu, Polsek Pardasuka, Polsek Gadingrejo dan Polsek Sukoharjo. Adapun senpi yang diperiksa milik 65 anggota dan yang hadir 63 anggota sedangkan 2 anggota lainnya sedang tugas luar. "Ada 10 senpi digudangkan untuk sementara karena masa izin berlakunya sudah habis nanti akan diserahkan kembali setelah yang bersangkutan mengikuti tes phisikologi," katanya.

Terhadap kasus aksi pencurian yang terjadi di Sidoharjo dengan menggunakan senjata api beberapa waktu lalu, menurut Andik  saat ini dalam proses pengembangan sebab di duga ada pelaku lain dan diindikasi ada 4 TKP diwilayah hukum Pringsewu.
"Senjata yang digunakan pelaku saat itu merupakan milik Polri namun nomor registernya sudah dihapus, senpi tersebut telah dikirim ke Labfor Palembang untuk mengidentifikasi nomor registernya kemungkinan hasilnya akan diketahui seminggu kedepan," ujarnya.

EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR