KOTA AGUNG (Lampost.co)--Menanggapi isu SARA yang berkembang di tengah masyarakat serta menjelang Pilkada serentak 2018, Kapolres Tanggamus melakukan silahturahmi dengan tokoh lintas agama. Acara digelar di kediaman Ketua MUI Tanggamus KH Makmun Siroj, Pekon Kuta Dalom, Kecamatan Gisting, Tanggamus.
Berdasarkan rilis yang diterima Lampost.co, silaturahmi pada Senin (19/2) sore itu dihadiri Ketua NU Tanggamus KH Amirudin Harun, Sekretaris Muhamadiyah Tanggamus Hi. Muhibun, Pengurus Jamaah Ahli Torikot Al Muqtabaroh Annahdiayah (Jatman) KH Ahmad Mahfud, Ketua Ponpes Nurul Quran Ustad Darul Ulum, Ketua TPQ Al Bagiatusolehah Ustad Muslim Al Karofi, Ketua LDII Tanggamus Agung Basori, Majelis Wakil Cabang NU Gisting Ustad Komarudin dan Tokoh Agama Kristen Edi Gunawan.

Kapolres Tanggamus, AKBP Alfis Suhaili, memaparkan sejumlah persoalan tentang berkembangnya isu SARA yang dapat memecah belah masyarakat. Berkenaan dengan itu, Polri menindaklanjuti sejumlah kasus penyalahgunaan media sosial oleh oknum tertentu. Polres Tanggamus juga akan menerjunkan Bhabinkamtibmas untuk mendekatkan diri ke masjid di wilayah masing-masing guna menciptakan rasa aman kepada masyarakat.
"Kami berharap, warga tidak menelan mentah sejumlah pemberitaan yang ada di media sosial. Kita harus cerdas dalam menyikapinya," kata Kapolres.
Kini Polres Tanggamus mempunyai 2 macam patroli, yakni patroli dunia maya dan patroli di dunia nyata. Pihaknya akan memonitor ujaran kebencian (hate speech) di wilayah hukum Polres Tanggamus. 



Sedangkan menjelang pelaksanaan pilkada serentak pada tahun ini, pihak kepolisian berharap agar para ulama bisa menjadi stabilisator dan dinamisator. "Mari cegah perpecahan dan jaga situasi tetap kondusif," harapnya. 
Ketua NU Tanggamus KH Amirudin Harun meminta kepada pihak kepolisian menindak tegas pemilik akun media sosial yang sangat provokatif. Karena hal itu dapat memicu perpecahan dengan cara menyebarkan berita bohong. Begitu juga menghadapi pilkada, warga NU lebih menonjolkan hidup rukun, damai dan tidak mengizinkan untuk saling menjelekan calon lain pada saat kampanye.
Sementara Sekretaris Muhamadiyah Tanggamus Muhibun, Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Tanggamus terus berkoordinasi secara intens dengan kelompok agama untuk menciptakan Tanggamus yang kondusif. "Kami dari tokoh agama siap berkordinasi dengan Polres Tanggamus demi keamanan dan ketertiban," ujarnya. 

EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR