PESAWARAN (Lampost.co) -- Kapolres Pesawaran AKBP Syaiful Wahyudi mengatakan dalam rangka menangkal paham radikal di kabupaten berjulukan Bumi Andan Jejama tersebut, pihaknya bekerja sama dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI), Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), dan Forum Komunikasi Pondok Pesantren (FKPP) Kabupaten Pesawaran.

"Kami telah melakukan mapping atau pemetaan, terkait paham radikal khususnya wilayah hukum Polres Pesawaran, merupakan upaya pencegahan dini," kata AKBP Syaiful Wahyudi,  Senin (25/06/2018).



Dia menambahkan selain melakukan koordinasi dengan forum lintas agama, Polres Pesawaran juga telah merangkul tokoh adat dan tokoh pemuda serta melakukan penggalangan dalam rangka mencegah paham radikal di tengah-tengah masyarakat.

"Selain melakukan koordinasi dengan forum lintas agama, kami juga melakukan tokoh adat dan pemuda serta kesbangpol Kabupaten Pesawaran untuk bersama sama melakukan pengawasan, dan memberikan pemahaman kepada masyarakat untuk menangkap paham radikal," ujarnya.

Dia mengatakan bahwa Polres Pesawaran tidak memiliki data simpatisan maupun teroris di wilayah hukum Polres Pesawaran. "Yang lebih paham dari Densus karena data riilnya di Densus," kata dia.

EDITOR

Adi Sunaryo

TAGS


KOMENTAR