PESAWARAN (Lampost.co) -- Kasus hamilnya wanita bernama IPH (40) yang dilakukam pamannya, MAR (60), warga Kecamatan Way Khilau, Pesawaran diserahkan ke Dinas Sosial setempat.
Hal itu disampaikan Kasat Reskrim Polres Pesawaran, Iptu Hasanuddin.  Dia mengatakan petugasnya tidak dapat menangani kasus tersebut karena pihak keluarga tidak mau melaporkan sehingga kasusnya diserahkan ke Dinas Sosial.
"Keluarga korban tidak mau lapor mungkin karena kasus tersebut merupakan aib keluarga dan kasusnya diserahkan ke Dinas Sosial Pesawaran," kata Hasanuddin, Selasa (26/9/2017).
Dia menjelaskan sebetulnya bisa saja petugasnya melakukan penyelidikan namun tidak ada saksi yang bisa diminta keterangan sehingga tidak cukup bukti untuk bisa menjerat terduga dan kasusnya mentah karena kasus ini menyangkut pada pihak keluarga jadi tidak bisa dipaksakan.
"Kasus ini tidak bisa dipaksakan karena ini kemauan dari pihak keluarga untuk tidak melanjutkan kasusnya. Kalaupun kita memaksakan juga percuma atas laporan dari LSM dan sebagainya tidak ada yang bisa diminta keterangan sebagai saksi, jadi kasusnya mentah," ujarnya.
Sebelumnya, diberitakan Lampost.co, MAR (60) tega mencabuli keponakannya, IPH (40) yang menderita gangguan jiwa hingga mengandung tujuh bulan.
Setelah diberitakan awak media, Bupati Pesawaran Dendi Ramadhona memberikan bantuan kepada IPH. "Ini bentuk kepedulian dan kunjungan dari Pemerintah Kabupaten Pesawaran, setelah sebelumnya dari Dinas Sosial dan camat sudah berkunjung ke sini. Ini inisiatif saya pribadi untuk melihat secara langsung kondisi dari korban dan anaknya," kata Dendi, Selasa (19/9/2017).
Dendi menjelaskan kondisi korban saat ini sudah banyak mengalami perubahan sejak mendapatkan penanganan intensif dari petugas medis di RSJ dan sudah bisa diajak komunikasi yang sebelumnya sering berhalusinasi. "Laporan tim medis, kondisi kehamilan ibu Ipah dalam keadaan kurang baik, seperti kurang gizi dan kadar HB darahnya juga kurang, makanya saya minta Dinas Kesehatan dapat langsung memberikan pendampingan khusus terhadap kondisi kehamilan korban hingga proses persalinan," jelasnya.
Selain itu, Dendi juga membantu anak korban dengan meminta camat setempat untuk berkoordinasi dengan sekolah untuk memberikan pelayan atau bantuan khusus, seperti pendampingan guru agar bisa memberikan ilmu pendidikan ke rumahnya langsung.
"Saya juga minta kepada satker atau OPD terkait, khususnya Dinas Pendidikan agar  memberikan pendampingan kepada putra korban, sehingga bisa mendapatkan pendidikan sebagaimana anak seusianya," ujarnya.

EDITOR

Isnovan Djamaludin

TAGS


KOMENTAR