PESAWARAN  (Lampost.co) -- Petugas Polres Pesawaran menyelidiki kasus dugaan reklamasi dan bangunan ilegal di Pantai Ketapang, Teluk Pandan, Kabupaten Pesawaran. "Kami sedang memproses penyelidikan. Kasus akan ditindaklanjuti jika ada unsur pelanggaran atau pidana sesuai dengan hukum yang berlaku," kata Kapolres Pesawaran, AKBP Syarhan, Selasa (26/9/2017).
Dia menjelaskan dalam kasus dugaan reklamasi dan bangunan ilegal di Pantai Ketapang, petugasnya akan mengumpulkan bahan barang keterangan untuk selanjutnya diproses penyelidikan lebih lanjut sampai pada proses penegakan hukum.  "Yang jelas, masih dalam proses lidik. Jika barang bukti dan keterangan sudah lengkap, maka akan ditingkatkan statusnya pada sidik," ujarnya.
Diberitakan Lampost.co sebelumnya, Camat Teluk Pandan, M. Yuliardi kembali melayangkan surat terkait keberadaan sejumlah bangunan ilegal di wilayah Pantai Ketapang, Teluk Pandan, Kabupaten Pesawaran.
Hal itu disampaikan M.Yuliardi saat dihubungi Lampost.co melalui sambungan ponsel, Senin (25/9/2017). "Senin (25/9/2017) saya kembali membuat dan melayangkan surat teguran terkait keberadaan sejumlah bangunan ilegal di Pantai Ketapang, melalui kepada desa (kades) Batu Menyan," kata M. Yuliardi.
Dia menjelaskan terkait keberadaan sejumlah bangunan ilegal dan dugaan reklamasi di wilayah Pantai Ketapang itu telah diberikan teguran namun dirinya tidak bisa berbuat banyak karena bukan wewenang dari pihak kecamatan untuk melakukan penertiban.
"Selain, surat teguran melalui kepala desa, saya juga membuat surat teguran terkait keberadaan bangunan ilegal dan dugaan reklamasi pantai itu dengan tembusan Polres Pesawaran, Polda Lampung dan dinas terkait di Provinsi Lampung, karena wilayah kelautan merupakan kewenangan Provinsi Lampung," ujarnya.

EDITOR

Isnovan Djamaludin

TAGS


KOMENTAR