SUKADANA (Lampost.co)--Kapolres Lampung Timur AKBP Taufan Dirgantoro menegaskan kedua tersangka pelaku atau mucikari dugaan kasus bisnis prostitusi anak di bawah umur yaitu PI (36) dan BV (21) akan diproses sesuai aturan dan ketentuan hukum yang berlaku. 

Pihak Polres Lamtim juga tidak akan pernah memberikan toleransi dalam bentuk apa pun terhadap siapa pun yang mencoba atau melakukan bisnis terlarang seperti itu, apalagi dengan mengorbankan anak di bawah umur.

Berita Terkait: Polisi Bongkar Dugaan Prostitusi Pelajar di Lamtim



Sebelumnya diberitakan, jajaran Polsek Raman Utara, Selasa (8/1/2019), menangkap PI (36) dan BV (21). Warga Desa Ratnadaya, Kecamatan Raman Utara, itu ditangkap petugas karena diduga sebagai tersangka pelaku kasus dugaan bisnis prostitusi anak di bawah umur yang masih berstatus pelajar.

Adapun korban dari dugaan kasus bisnis prostitusi anak di bawah umur itu adalah tiga orang yaitu Ma (16), Mel (16), dan Bu (15), (bukan nama KTP), yang juga merupakan warga Kabupaten Lamtim.

Pihaknya juga akan rutin dilakukan kegiatan razia ke lokasi-lokasi yang dicurigai, serta melakukan koordinasi dengan pihak Pemkab Lamtim. “Kami juga berharap agar pihak Pemkab Lamtim dapat aktif membantu memberikan imbauan-imbauan agar tidak terjadi lagi kasus atau kejadian seperti itu,” kata AKBP Taufan. 

BERITA LAINNYA


EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR