KALIANDA (Lampost.co): Selama Operasi Patuh Krakatau 2019 Polres Lampung Selatan mengambil tindakan hukum sebesar 60% bagi pengendara yang melanggar ketertiban lalu lintas.

Hari ini, secara serentak operasi Patuh Krakatau 2019 digelar di seluruh Indonesia selama 14 hari ke depan. Operasi yang bertujuan menertibkan masyarakat saat berlalu lintas untuk menekan angka kecelakaan.



Sebanyak 300 personel gabungan yang dilibatkan dalam Operasi Patuh Krakatau 2019, Polres Lampung yang terdiri dari unsur TNI, Satpol PP dan Dinas Perhubungan.

Kapolres Lampung Selatan AKBP M Syarhan mengatakan penindakan hukum lebih dominan dilakukan dibandingkan tindakan preemtif dan preventif bagi pengendara roda dua dan empat."Sasarannya masyarakat yang tidak patuh terhadap peraturan lalu lintas seperti melanggar marka jalan, tidak pakai helm, tidak pakai sabuk pengamanan," kata dia usai gelar pasukan Operasi Patuh Krakatau 2019 di Mapolres setempat, Kamis, 29 Agustus 2019.

Penindakan dalam Operasi Patuh yang berkesinambungan dengan operasi sebelumnya yakni Simpatik, tidak serta merta dilakukan penindakan hukum."Masih ada toleransi, lihat kesalahannya, lalu kami berikan imbauan," ujarnya.

Mantan Kapolres Pesawaran itu menjelaskan Operasi Patuh Krakatau 2019 Polres Lampung Selatan dilakukan di beberapa titik strategis di wilayah hukum Polres Lampung Selatan."Dilakukan beberapa titik strategis di ruas jalan di Lampung Selatan," kata dia.

Bagi pelanggar lalu lintas diberikan penindakan hukum dengan E-Tilang secara online dan denda dibayarkan langsung ke BRI dan selanjutnya mengikuti sidang.

EDITOR

Adi Sunaryo

TAGS


KOMENTAR