LIWA (Lampost.co) -- Guna mengantisipasi adanya kerusuhan pada pelaksanaan pemilihan peratin/pemilihan kepala desa (pilkades) serentak di Kabupaten Pesisir Barat mendatang, Polres Lampung Barat menggelar deklarasi damai, Rabu (10/10/2018). Kegiatan deklarasi damai itu digelar di aula Mapolres Lampung Barat.

Kapolres Lambar AKBP Tri Suhartanto mengatakan kegiatan itu adalah sebagai salah satu upaya untuk mengantisipasi dan mencegah konflik pada pesta saat kegiatan pesta demokrasi tingkat pekon di Kabupaten Pesisir Barat yang akan berlangsung pada 17 Oktober mendatang.



Kegjatan itu dihadiri Dandim 0422 Lampung Barat, para camat dan para calon peratin peserta pemilihan peratin dari kabupaten Pesisir Barat.

Deklarasi damai ini diikuti oleh 147 calon peratin dari 42 pekon se-Kabupaten Pesisir Barat yang berasal dari 10 kecamatan. Kegiatan pemilihan peratin serentak di 42 pekon itu akan berlangsung pada 17 Oktober mendatang.

Menerut Kapolres, ada 7 isi deklarasi damai yang disampaikan dalam kegiatan itu, antara lain para calon Peratin Peserta Pemilihan Peratin Serentak Kabupaten Pesisir Barat Tahun 2018 menjunjung tinggi menjaga keutuhan Pancasila, Undang-undang Dasar 1945, Bhineka Tunggal Ika dan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Kemudian para Calon Peratin Peserta Pil Peratin Serentak Kabupaten Pesisir Barat Tahun 2018 sepakat bersama-sama akan mematuhi dan melaksanakan setiap rahapan Pilkades secara damai, sopan, bermatabat dan penuh tanggung jawab demi terselenggaranya Pilperatin serentak Kabupaten Pesisir Barat  tahun 2018 secara demokratis yang lebih baik bagi masyarakat dan lain sebagainya.

Kapolres mengatakan, bahwasanya tidak seorangpun warga/masyarakat kabupaten Pesisir Barat yang berharap atau ingin adanya keributan dan kekacauan di wilayah kabupaten Pesisir Barat. Sebab pada prinsipnya, lanjutnya, semua warga Pesisir Barat ingin agar Pil Peratin 2018 ini dapat berlangsung dengan aman, jujur, dan adil serta sejuk.

Kapolres mengingatkan bagi para calon peratin, apabila sudah terpilih maka harus berhati hati dalam menggunakan anggaran dana desa yang jumlahnya besar, jangan di selewengkan dan atau disalahgunakan.

EDITOR

Adi Sunaryo

TAGS


KOMENTAR