LIWA (Lampost.co) -- Tim Landak Tekab 308 Polres Lampung Barat berhasil mengamankan DS (35) pelaku perampokan dengan kekerasan terhadap warga di wilayah perairan Laut Labuhan Maringgai, Lampung Timur, Sabtu (8/9/2018) sekitar pukul 03.00 WIB.

Kapolres Lampung Barat AKBP Tri Suhartanto, mengatakan tersangka merupakan orang yang masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) Ditpolair Polda Lampung.



Tersangka diamankan berdasarkan  laporan Polisi Nomor : LP/B-1146/VIII/2018/POLDA LPG/Dit Polair tanggal 28 Juli 2018 dengan pelapornya adalah Nur Hayanti (52) warga Kelurahan Muara Gading Mas, Kecamatan Labuhan Maringgai, Lampung Timur pada bulan lalu.

Tersangka DS (35) adalah warga Kampung Dente Teladas, Desa Kekatung Kecamatan Gedungmeneng, Tulangbawang. 

Pihaknya, kata dia, mendapat informasi dari Kasubdit Gakkum Ditpolairud bahwa keberadaan pelaku termonitor di wilayah Sumberjaya, Lambar. Atas informasi itu maka tim Tekab 308 pihaknya melakukan penyelidikan. Setelah memastikan keberadaanya, tim akhirnya melakukan penangkapan terhadap DS.

"Ketika dilakukan penangkapan, pelaku mencoba melarikan diri dengan cara terjun ke dalam air di bawah rumah tempat pelaku bersembunyi. Petugas akhirnya melakukan pengejaran dan tiga jam kemudian pelaku berhasil diamankan," ujarnya.

Adapun kronologis kejadian tersebut, lanjut kapolres, curas yang dilakukan DS yaitu Sabtu (28/7/2018) sekira pukul 16.30 WIB di perairan laut obor intan. Dimana saat itu KM Mayang Sari yang dinahkodai Wangsa, Faisal dan Tirta sedang menebar jaring. Tiba-tiba datang satu buah speed lidah bermesin 40 PK tanpa nama berwarna hijau daun dengan berisikan 4 orang menghampiri kapal.

Kemudian 4 orang tersebut naik ke kapal dan satu orang menodongkan senjata api jenis revolver. Satu orang lainya menggunakan senjata tajam jenis golok. Kemudian mereka langsung mengambil paksa hasil tangkapan ikan berupa rajungan kurang lebih 400kg, dan barang berharga lainya. Setelah itu pelaku meninggalkan korban ke arah barat laut.

"Atas kejadian itu korban mengalami kerugian sekitar Rp150 juta," tambahnya.

 

EDITOR

Winarko

TAGS


KOMENTAR