BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Aris Novanto (19), ditangkap dan ditembak polisi karena sangat meresahkan masyarakat atas perbuatannya merampas ponsel sebanyak tujuh kali di Bandar Lampung.

Terakhir, warga Negeri Olok Gading, Telukbetung Barat ini merampas ponsel milik pengunjung tempat wisata Hutan Kera, Telukbetung Utara, Bandar Lampung.



Pemuda kelahiran Kelumbayan, Tanggamus ini beraksi selalu bersama rekannya dan berganti-ganti pasangan. Terakhir, dia beraksi bersama RE yang masih buron.

Kapolresta Bandar Lampung, Kombes Murbani Budi Pitono menjelaskan pengungkapan kasus ini berawal dari laporan korban. "Tekab 308 Polresta Bandar Lampung bersama Polsek Telukbetung Utara melakukan penyelidikan," ujarnya saat ekspos kasus di kantornya, Selasa (14/11/2017).

Tersangka dapat diketahui keberadaannya setelah petugas berhasil mendapatkan data sepeda motor yang digunakan tersangka saat beraksi. "Tersangka ditangkap di Olok Gading," ujar Murbani.

Polisi terpaksa menembak kaki kanan tersangka karena berusaha melarikan diri dan melawan petugas.

Sementara itu, tersangka mengaku terpaksa melakukan aksi kejahatan tersebut karena terdesak kebutuhan ekonomi. Sementara dia tidak lagi mendapatkan uang dari orang tuanya di Tanggamus. "Saya tinggal sama nenek di Bandar Lampung," kata pemuda yang hanya lulus sekolah dasar itu.

Dalam beraksi dia mengaku tidak mengunakan senjata apapun. "Kan disamperin korbannya, trus ngobrol pinjam hape bilang mau numpang sms, terus duduk-duduk sebentar langsung bawa kabur hapenya. Kalau yang enggak mau ngasih ya diancam bilang mau dibanting hapenya kalau enggak dikasih," kata tersangka.

Tersangka kini hanya bisa menyesali perbuatannya di balik jeruji besi. Akibat perbuatannya itu tersangka diancam hukuman penjara paling lama 12 tahun.

Berdasarkan catatan kepolisian, setidaknya sudah 7 kali tersangka merampas ponsel. Rata-rata korbannya adalah remaja tanggung yang sedang nongkrong.

Beberapa tempat yang kerap disatroni tersangka yakni di Citra Garden Telukbetung Barat sekitar dua kali, Talang Telukbetung Selatan satu kali, seputaran kantor gubernur dua kali, dan wilayah Telukbetung Utara satu kali.

EDITOR

Winarko

TAGS


KOMENTAR