DORDRECHT (Lampost.co) -- Seorang polisi di Belanda menembak mati dua orang dan mengakhiri hidupnya sendiri di sebuah rumah di Dordrecht, Belanda.

Menurut laporan media lokal, dua korban penembakan berasal dari keluarga yang sama. Belum diketahui apakah keduanya memiliki hubungan kekerabatan dengan pelaku.



Dikutip dari Metro.co.uk, Senin 9 September 2019, satu orang lainnya dilaporkan terluka parah dalam penembakan tersebut.

Sekitar 15 mobil polisi dan ambulans serta satu helikopter dikerahkan ke lokasi penembakan, yang berada di area permukiman dekat sebuah sekolah dasar.

"Insiden penembakan yang sangat serius telah terjadi di Dordrecht," kata Wali Kota Wouter Kolff via Twitter.

"Saya turut bersimpati dengan keluarga korban serta semua orang yang terlibat. Polisi sedang menginvestigasi penembakan ini," lanjutnya.

Dordrecht adalah sebuah kota yang berjarak sekitar 24 kilometer dari pelabuhan Rotterdam.

Hingga saat ini tim respons darurat masih berada di lokasi untuk merawat korban dan menginvestigasi inside, termasuk motif serta senjata yang digunakan pelaku.

Maret lalu, penembakan terjadi di sebuah trem di kota Utrecht, Belanda. Penembakan tersebut menewaskan empat orang.

Kala itu, polisi mengatakan sedang menyelidiki apakah terdapat ‘motif teroris’ dari serangan itu dan memeriksa apakah hanya satu atau ada beberapa pria bersenjata. Namun belakangan diketahui bahwa motif penyerangan didasari masalah keluarga. Pelaku diketahui berkewarganegaraan ganda, Belanda-Turki.

Sekolah diliburkan dan semua masjid di Utrecht telah dievakuasi sebagai tindakan pencegahan. Universitas Utrecht juga menutup semua bangunannya dan tidak ada yang diizinkan masuk atau keluar. Semua orang di kota itu diperintahkan untuk tinggal di dalam rumah.

EDITOR

Abdul Gofur

TAGS


KOMENTAR