KOTA AGUNG (Lampost.co) -- Petugas gabungan Polres Tanggamus dan Polisi Kehutanan menangkap HS (33) warga Pekon Podosari, Kecamatan Pringsewu, Kabupaten Pringsewu pemilik sisik trenggiling kering seberat 6,5 ons, Minggu (18/11/2018).

Kasat Reskrim Polres Tanggamus AKP Edi Qorinas mengungkapkan, menurut keterangan pelaku yang berprofesi tukang ojek tersebut, sisik hewan dilindungi ini milik pelaku SR (45), warga Dusun Taman Sari, Pekon Tugurejo, Kecamatan Suoh Kabupaten Lampung Barat.  "Kedua pelaku telah kami tangkap dan sedang menjalani pemeriksaan," katanya mendampingi Kapolres Tanggamus AKBP I Made Rasma.



Penangkapan ini berawal ketika HS melintasi jalan Umbul Waluh dalam kawasan hutan register 39, Pekon Bandar Agung, Kecamatan Bandar Negeri Semoung, Tanggamus. HS mengendarai sepeda motor Honda Revo dan membawa sejumlah burung.

Petugas kemudian memeriksa barang bawaan HS. Dalam tas pelaku ditemukan 6,5 ons sisik trenggiling yang disimpan dalam plastik warna hitam. HS kemudian menghubungi SR sehingga keduanya berhasil diciduk. HS menuturkan jika dijanjikan akan diberi ongkos pengangkutan sisik trenggiling sebesar Rp300 ribu.

"Keduanya kami tangkap pada Selasa tanggal 13 November 2018, sekitar pukul 13.00," kata AKP Edi Qorinas.

Petugas kemudian melakukan pengembangan kasus guna mencari oknum yang menampung barang terlarang tersebut. Sayangnya yang bersangkutan telah melarikan diri. Diduga penampungnya merupakan warga Kabupaten Pringsewu yang mengontrak kios di Kecamatan Ulu Belu. "Kini terhadap pelaku telah kami tetapkan dalam daftar pencarian orang (DPO)," kata dia.

Atas perbuatan menyimpan, memiliki, memelihara, mengangkut, dan memperniagakan satwa yang dilindungi kedua pelaku dipersangkakan Pasal 21 ayat (2) huruf d jo pasal 40 ayat (2) UU Nomor 5 tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistem dengan ancaman pidana penjara paling lama 5 tahun dan denda paling banyak Rp. 100 juta.

 

EDITOR

Firman Luqmanulhakim

TAGS


KOMENTAR