New York (Lampost.co) -- Polisi New York mengatakan, seorang tersangka ditangkap sehubungan ledakan di dekat Terminal Bus Otoritas Pelabuhan, Senin, yang oleh Wali Kota Bill de Blasio digambarkan sebagai upaya serangan teroris.

Komisaris Polisi New York, James O'Neill mengidentifikasi tersangka sebagai Akayed Ullah, usia 27 tahun dan mengatakan, ia memiliki bom rakitan sederhana yang dipasangkan ke tubuhnya.



Ullah menderita luka bakar dan luka di tubuhnya setelah dengan sengaja meledakkan perangkat itu, yang dikukuhkan sebagai bom pipa, O'Neill mengatakan kepada wartawan, ketika berbicara bersama walikota Bill Blasio dan Gubernur New York, Andrew Cuomo Senin pagi.

Departemen Pemadam Kebakaran New York mengukuhkan tiga korban luka lainnya, yang semuanya tidak mengancam jiwa.

Jalur kereta bawah tanah diharapkan beroperasi kembali ke jadwal normal pada jam sibuk Senin malam, setelah kereta dikosongkan dan tidak berhenti di stasiun pemberhentian nomor 42, yang berada di jantung Manhattan Times Square dan merupakan tujuan populer bagi wisatawan.

"Saya ingatkan, kehidupan warga New York terkait erat dengan aktivitas kereta bawah tanah dan ketika mendengar bahwa ada serangan di kereta bawah tanah, hal ini sangat mengkhawatirkan. Puji Tuhan, pelaku tidak berhasil memenuhi sasarannya," kata de Blasio, seperti dikutip dari VOA Indonesia, Selasa 12 Desember 2017.

Juru Bicara Gedung Putih, Sarah Huckabee Sanders mengatakan dalam cuitannya, Presiden Donald Trump telah diberitahu mengenai situasi tersebut.

"Kementerian Keamanan Dalam Negeri bekerja sama secara erat dengan badan-badan federal, negara bagian dan lokal serta pemimpin masyarakat setempat karena penyelidikan atas masalah ini terus berlanjut," ujarnya.

Imbauan dari KJRI New York

Kementerian  Luar Negeri Indonesia melalui Konsulat Jenderal RI di New York, mengimbau Warga Negara Indonesia di New York untuk berhati-hati. Imbauan tersebut menyusul insiden ledakan di Terminal Bus Otoritas Pelabuha, 42nd street and 8th avenue.

"Selalu waspada khususnya di tempat keramaian," demikian pengumuman pihak KJRI New York, yang diterima Medcom.id, 12 Desember 2017.

Selain itu, WNI diminta membawa tanda pengenal atau identitas lainnya. Mereka juga harus mentaati peraturan serta instruksi otoritas keamanan di New York. 

"Jika mengetahui ada WNI yang terluka dalam kejadian ini dimohon untuk segera menghubungi hotline KJRI News York di +1 3478069279," imbau pihak KJRI.

loading...

EDITOR

Winarko

TAGS


KOMENTAR