BANDAR LAMPUNG (Lampost.co)-- Subdit IV Tindak Pidana Tertentu, Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Lampung membongkar komplotan penyelundupan benih lobster, dengan nilai Rp48 miliar. 

Dari kasus tersebut ditangkap 18 pelaku yang bertugas sebagai pengepak dan pengemas benur tersebut.



Kabid Humas Polda Lampung Kombespol Zahwani Pandra Arsyad mengatakan, mereka ditangkap pada Kamis (11/7/2019), di dua lokasi yang berbeda. 
 
Pertama di Kampung Sawah Raya, Bakung, Telukbetung Barat, 10 orang ditangkap yakni AR, AS, AN, AH, ASS, AHS, MK, SM, SW, dan ZS. Kemudian 8 tersangka yang diamankan di Perumahan Nila Kandi, Bumiwaras yakni AT, ID, LB, LR, R, UJ, JF, dan KD. Seluruh pelaku merupakan warga Jambi, yang didatangkan untuk mengemas benih lobster tersebut. 
 
Selanjutnya, di Bakung diamankan barang bukti yakni 27.100 ekor lobster ukuran 1 cm, 279.550 ekor lobster pasir ukuran 0,9 cm. kemudian di Perumahan Nila Kandi diamankan 70 ribu ekor lobster mutiara. Ia menilai, lokasi Lampung menuju Jambi, memang merupakan potensi jalur pendistribusian benur. 
 
"Total 366.650 ekor benih lobster mutiara dan pasir dengan total kerugian Rp 48,2 miliar. Pada pelaku menyalahi aturan karena lobster yang seharus dijual dengan ukuran 8 cm dengan berat 200 gram, sebagaimana dalam Permen 56/2016 tentang larangan penangkapan lobster kepiting dan rajungan," kata Pandra Jumat (12/7/2019). 

Sementara Kanit 1 Tipiter Subdit 4 Ditreskrimsus Polda Lampung AKP Hari Budianto mengatakan, pihaknya masih mendalami pemilik, pemodal, hingga aktor intelektual pada perkara ini. 

"Sementara masih kita dalami (bos), tapi uang kita amankan pekerjanya, diduga benur tersebut mau di bawa ke Provinsi Jambi, dan asal bibitnya dari pulau Jawa," paparnya. 

 

loading...

EDITOR

Dian Wahyu

TAGS


KOMENTAR