Jakarta (Lampost.co) -- Polri belum mengungkap identitas politikus yang ikut mengendalikan produsen ujaran kebencian dan hoax, Saracen. Penyidik Polri perlu berhati-hati.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Mabes Polri Brigjen Pol Rikwanto memastikan, penyelidikan kasus ujaran kebencian ini akan terus berkembangkan. Penyidik, kata dia, perlu melakukan sejumlah tahapan termasuk hasil analisa Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK).



"Dari PPATK sudah mulai memberikan masukan hasil penelusuran rekening-rekening yang kita berikan beberapa waktu lalu," kata Rikwanto di Mabes Polri, Jumat 22 September 2017.

Hasil analisa aliran dana dari rekening yang ditelusuri tersebut telah mengerucut ke sejumlah nama. Namun, Rikwanto enggan mengungkapkan nama yang diduga politikus itu. Menurutnya, penyidik perlu memastikan informasi tersebut melalui tahapan lain.

"Ada beberapa nama di situ dan nama ini akan dikonfirmasi lagi tentang kenapa ada komunikasi atau hubungan dengan rekening tersebut. Kita tidak bisa sebutkan namanya, juga siapa dia dan kelompok apa, kita tunggu saja dalam proses penyidikannya," kata Rikwanto.

Rikwanto menambahkan, Polri belum menentukan jadwal pemeriksaan terhadap nama yang muncul dari analisa keuangan itu. Penyidik, punya penilaian tersendiri dalam proses pemeriksaan. "Jika perlu dipanggil oleh penyidik, akan dipanggil," ujarnya.

Sebelumnya, Partai Hanura mendesak kepolisian mengungkap identitas politikus yang menjadi dalang Saracen. Pengungkapan ini sangat penting agar tidak menjadi spekulasi liar.

"Selama buktinya cukup, langsung ungkap dan proses secara hukum biar menjadi contoh bagi semua agar bisa berpolitik dengan benar. Tak sekadar tebar fitnah dan kebencian," kata Wasekjen Hanura Dadang Rusdiana kepada MTVN, Jumat 22 September 2017.

Polisi diminta tidak boleh ragu menindak tegas pihak yang berada di balik Saracen. Jika memang ada bukti yang cukup. Apalagi kalau salah satu orang di balik layarnya itu, politikus partai tertentu.

Kasubdit I Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri Kombes Irwan Anwar mengaku, pihaknya menemukan titik terang terkait pengendali utama kelompok atau dalang kelompok yang memproduksi ujaran kebencian itu.

"Saracen hanya satu dari sekian kelompok yang dikelola dan didanai kelompok besar. Pengendali kelompok besar itu seorang politikus yang berasal dari sebuah partai politik," kata Irwan dikutip dari Media Indonesia, Selasa 19 September 2017.

Irwan melanjutkan, kelompok-kelompok yang bermunculan sejak lima tahun lalu itu terhubung satu sama lain.

EDITOR

Winarko

TAGS


KOMENTAR