Jakarta (Lampost.co) -- Nasib musisi Ahmad Dhani dalam kasus ujaran kebencian segera ditentukan polisi. Apakah dia menjadi tersangka atau tidak ada di tangan penyidik.

"Kita tinggal melaksanakan gelar perkara saja," ucap Kapolres Jakarta Selatan Kombes Iwan Kurniawan di Markas Polda Metro Jaya, Kamis 19 Oktober 2017.



Iwan menjelaskan, proses pemberkasan hampir rampung. Polisi telah memeriksa Dhani pada 10 Oktober 2017. Sejumlah saksi juga sudah dimintai keterangan.

"Tinggal saya gelar perkara untuk menentukan status," ungkap dia.

Untuk mematangkan kasus ini, ada tiga ahli sudah diperiksa polisi. Mereka meliputi ahli pidana, ahli bahasa, dan ahli teknologi informasi (IT).

Kasus ini bermula dari kicauan Dhani dalam akun Twitter pribadinya pada 6 Maret 2017. Ia dianggap menghasut dan melontarkan ujaran kebencian terhadap pendukung calon Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. 

Keesokan harinya, Dhani meminta maaf melalui akun Twitternya. Namun, para pendukung Ahok tetap melaporkan Dhani ke Polda Metro Jaya. Laporan diterima dalam surat laporan polisi bernomor LP/1192/III/2017/PMJ/Ditreskrimsus pada 9 Maret 2017. 

Pelaporan tersebut dilimpahkan ke Polres Metro Jakarta Selatan. Dhani diduga melanggar Pasal 28 ayat (2) juncto Pasal 45 ayat (2) Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

EDITOR

Winarko

TAGS


KOMENTAR