JAKARTA (Lampost.co)--Pihak Polda Metro Jaya mengungkapkan pihaknya sudah memeriksa 
Belasan orang terkait teror di rumah Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Laode M Syarif. 

"Ada saksi 11 orang yang kami periksa dari korban keluarga, dari orang yang tinggal di situ. Ada saksi yang jualan di depan rumah korban dan juga rumah di samping kiri atau tetangga," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Kamis (10/1/2019). 



Baca juga : Sopir Angkot Divonis 8 Tahun 3 Bulan

Argo menyebut ke-11 orang itu diperiksa lantaran mengetahui dan melihat pelemparan bom molotov ke rumah Laode. Dari pemeriksaan polisi mendapat sejumlah keterangan.  

"Ada saksi yang mendengar lemparan yang menyerupai gelas pecah dan ada juga saksi menyampaikan ada suara kendaraan bermotor roda dua. Suara-suara itu yang disampaikan ke penyidik saat pemeriksaan," jelas Argo.

Selain pemeriksaan saksi, penyidik telah mengamankan sejumlah barang bukti, salah satunya kamera pengawas (CCTV). Saat ini, rekaman kamera CCTV tengah dievaluasi oleh tim laboratorium forensik (labfor) Polri.
"Kita masih menunggu hasil dari labforensik," jelas dia.

Baca juga : Hoaks Surat Suara Klop dengan Isu Jutaan Pemilih Ganda

Rumah Laode diteror bom pada Rabu, 9 Januari 2019, sekitar pukul 01.00, oleh dua orang tidak dikenal. Atas kejadian itu, ia langsung melapor ke polisi.

Dua orang diduga pelaku tengah diselidiki polisi. Aparat keamanan telah membentuk tim yakni dari Densus 88 Mabes Polri dan dari Puslabfor Polda Metro Jaya. 
 

loading...

EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR