PRINGSEWU (Lampost.co)-- Usai melakukan penyelidikan terhadap Suhermi (45), korban yang diduga bunuh diri, polisi menyimpulkan warga RT 002/RW 002, Pekon Podomoro yang mengalami luka bakar 80 persen dipastikan bunuh diri. 
 
Hal itu berdasarkan penemuan sejumlah barang bukti oleh anggota Polsek Pringsewu Kota usai menggelar olah tempat kejadian perkara (TKP) serta pemeriksaan luar tubuh korban oleh petugas medis Puskesmas Pringsewu. Dokter menyimpulkan bahwa tidak ditemukan bekas penganiayaan. 
 
"Dari hasil pemeriksaan luar, dipastikan korban meninggal dengan membakar diri menggunakan bensin," kata Kapolsek Pringsewu Kota Kompol Eko Nugroho, mewakili Kapolres Tanggamus, Kamis (14/3/19). 
 
Menurut Kapolsek, hasil olah TKP disekitar jenazah korban, telah ditemukan 1 buah korek api gas warna merah, 1 buah tutup botol plastik warna putih dan bekas lelehan botol plastik dengan jarak sekitar 2 meter. 
 
Lalu polisi juga memeriksa saksi-saksi, bahwa pada Rabu (13/3/2019) korban sempat menyuruh anaknya untuk membeli bensin yang biasanya dipakai untuk mengurut perut korban, apalagi korban memang sudah lama menderita sakit. "Korban memiliki tiga anak, salah satunya anak laki-laki mengaku disuruh membelikan bensin untuk mengurut perut korban yang sudah lama menderita sakit lambung," ujarnya. 
 
Kapolsek menjelaskan, dari hasil keterangan saksi ternyata korban tidak berada di dalam rumah sekitar pukul 06.30 WIB, saat kedua anaknya akan berangkat sekolah. 
 
"Korban ditemukan sekitar pukul 06.45 Wib oleh saksi Riyanto, dalam keadaan meninggal dunia dengan kondisi luka hampir disekujur tubuhnya," ungkap kapolsek.
 
 

loading...

EDITOR

Dian Wahyu

TAGS


KOMENTAR