Kano (Lampost.co) -- Seorang polisi di Nigeria menabrakkan mobilnya ke sekelompok anak-anak yang tengah mengikuti prosesi Paskah. Akibatnya, 10 orang tewas dan lebih dari 30 lainnya terluka.
 
Insiden mematikan itu terjadi pada Minggu 21 April malam waktu setempat. Polisi yang sedang tak bertugas itu menabrakkan mobilnya sendiri ke sebuah prosesi perayaan Paskah di Gombe.
 
"Sepuluh orang terbunuh, termasuk polisi dan anggota paramiliter yang bersamanya," kata juru bicara kepolisian negara bagian, Mary Mallum, dilansir dari laman Straits Times, Selasa, 23 April 2019. 

"Pelaku dan temannya yang sama-sama tidak mengenakan seragam, diserang dan dibunuh massa yang marah," imbuh dia.
 
Dia mengatakan 30 anak-anak yang terluka dalam peristiwa tersebut saat ini masih dirawat di rumah sakit. "Penyelidikan juga sedang berlangsung," terangnya.
 
Menurut saksi mata di lokasi kejadian, oknum polisi itu sengaja menabrakkan mobil ke kerumunan setelah sempat terjadi perselisihan mengenai akses jalan.
 
"Pelaku sempat berdebat sengit dengan anak-anak. Setelah perselisihan selesai, pelaku yang masih marah memutar kendaraannya dan menabrak mereka semua," ungkap kepala Boys Brigade di Gombe, Isaac Kwadang.
 
Acara keagamaan biasa dilakukan umat Kristen dan juga Muslim di Nigeria, yang biasanya meliputi penutupan sejumlah ruas jalan.

EDITOR

Winarko

TAGS


KOMENTAR