Jakarta (Lampost.co) -- Kapolda Metro Jaya Irjen Idham Azis menginginkan aktivias media sosial Jonru Ginting segera disidang. Jonru telah ditahan setelah menjalani pemeriksaan terkait kasus ujaran kebencian.

"Saya sudah perintahkan Dirkrimsus untuk percepat proses penyidikannya supaya nanti kalau berkasnya sudah selesai, seperti biasa mekanismenya kita kirim ke kejaksaan," kata Idham di Polda Metro Jaya, Rabu 4 Oktober 2017.



Kabid Humas Polda Metro Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono mengatakan, penyidik sudah memegang cukup bukti untuk menjerat Jonru Ginting sebagai tersangka. Bahkan, selama pemeriksaan, Jonru juga tidak menampik jika dirinya telah mengunggah status di media sosial yang dinilai mengandung unsur kebencian.

"Intinya Jonru, yang bersangkutan itu, membenarkan dia menulis atau meng-upload di dalam medianya dia, yang berkenaan dengan apa yang dituduhkan sama dia," kata Argo, Senin 2 Oktober 2017.

Jonru dilaporkan Muannas Al Aidid, Kamis 31 Agustus 2017. Dalam laporan bernomor LP/4153/VIII/2017/PMJ/Dit Reskrimsus itu, Jonru disebut menebar ujaran kebencian di media sosial pada periode Maret hingga Agustus 2017.

Laporan merujuk pada Pasal 28 ayat 2 juncto Pasal 45 ayat 2 Undang-undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan Undang-undang Nomor 11 Tahun 2008, tentang Informasi dan Transaksi Elektronik. Tak hanya itu, Jonru juga sudah dilaporkan seorang pengacara bernama M. Zakir Rasyidin terkait hal yang sama.

EDITOR

Winarko

TAGS


KOMENTAR