BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Menteri Dalam Negeri akhirnya menguak penjualan blanko KTP elektronik (KTP-el) secara daring  (online) via Tokopedia yang beredar belakangan ini.

Melansir dari Medcom.ID, identitas penjual blangko KTP elektronik terungkap. Pelaku merupakan anak dari Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil di Lampung, yakni Kabupaten Tulangbawang.



"Si anak yang menjual ini mencuri blangko KTP-el ayahnya. Ayahnya kebetulan Kepala Dinas Dukcapil di Lampung," kata Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (5/12/2018).

Baca juga : Aparat Temukan 15 Jenazah di Kali Yigi Papua

Pelaku tak bekerja sendiri dalam menjalankan aksi kejahatannya. Dia bersama anaknya menjual 10 blangko di situs online.

Tjahjo pun memastikan tak ada masalah serius akibat penjualan blangko secara ilegal tersebut. Polisi juga sudah menangkap kedua pelaku setelah adanya laporan dari Dukcapil. "Jadi kalau terkait dengan data sampai jebol, tidak ada. Murni kejahatan," tegas Tjahjo.

Sementara itu, Dirjen Dukcapil Zudan Arief menjelaskan pelacakan ini dilakukan setelah adanya berita investigasi di media massa. Kemendagri langsung berkoordinasi dengan toko online untuk melacak si penjual blangko.

"Kami langsung lacak berkoordinasi dengan Tokopedia, kami dapat datanya langsung, kami buka dalam database kependudukan langsung bisa kita peroleh nomor handphonenya langsung datanya lengkap," jelas Zudan.

Blangko tersebut kemudian terlacak di daerah Tulangbawang, Lampung. Blangko ini dikirim dari Kemendagri 31 Maret 2018. Identifikasi berjalan cepat karena data di dalam blangko masih lengkap.

"Kami hanya butuh waktu tiga hari sampai dengan hari ini, pelakunya sudah mengaku dan sekarang Kepala Dinas Dukcapil Lampung sedang mendatangi rumahnya untuk menanyakan motifnya apa, modusnya apa," pungkasnya.

Kabid Humas Polda Lampung Kombespol Sulistiyaningsih belum mengetahui adanya informasi tersebut dan akan segera melakukan pengecekan. "Kita cek dulu, belum ada informasi," ujarnya di Mapolda Lampung, Kamis (5/12/2018).

Baca juga : Cendekiawan Muslim Siapkan Rekomendasi Bangun Negeri

Kapolres Tulangbawang AKBP Syaiful Wahyudi juga berkata demikian. Pihaknya akan melakukan kroscek terlebih dahulu. "Saya malah baru tahu," ujarnya.

Syaiful menambahkan, pihaknya akan menerjunkan tim untuk melakukan pengumpulan bahan dan keterangan untuk mengetahui apakah ada unsur pidana, ataupun terduga pelaku sudah ditangani oleh Mabes Polri atau belum. "Kami cari informasinya terlebih dahulu," katanya.

loading...

EDITOR

Adi Sunaryo

TAGS


KOMENTAR