JAKARTA (Lampost.co) -- Penyidik Subdit I Ditresnarkoba Polda Metro Jaya mengajukan asesmen rehabilitasi Rio Reifan ke Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) DKI Jakarta. Asesmen akan menentukan nasib artis peran tersebut.

"Kita sudah kirim pengajuan permohonan asesmen kasus narkoba Rio Reifan ke BNNP DKI Jakarta," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono saat dikonfirmasi di Jakarta, Rabu, 21 Agustus 2019.



Asesmen diajukan pada Jumat, 16 Agustus 2019. Polisi masih menunggu hasil asesmen itu.

Kasubdit I Ditresnarkoba Polda Metro Jaya AKBP Calvijn Simanjuntak mengatakan asesmen dilakukan untuk mengedepankan hak-hak tersangka. Salah satu pertimbangannya ialah barang bukti yang disita hanya sedikit.

"Pengajuan asesmen itu haknya tersangka, karena kita terapkan Pasal 127 di situ. Barang bukti sedikit dan hasil gelar perkara kita, kita lakukan asesmen," kata Calvijn.

Rio sempat dibawa ke BNNP DKI untuk proses asesmen. Namun, dia sudah kembali ke ruang tahanan Ditnarkona Polda Metro Jaya.

"Hasilnya seperti apa nanti kita menunggu. Hasil asesmennya kira-kira semigguan lah," ujar Calvijn.

Rio ditangkap di rumah keluarganya kawasan Pondok Gede, Bekasi Jawa Barat, Selasa, 13 Agustus 2019 pukul 14.30 WIB. Polisi menyita sabu seberat 0,0129 gram, bungkus rokok, pipet, kotak minuman teh, dan plastik klip sisa sabu.

Rio dikenakan Pasal 114 ayat (1) subsider Pasal 112 ayat (1) junto Pasal 127 huruf a junto Pasal 132 ayat 1 UU RI tahun 2009. Tersangka terancam hukuman penjara 20 tahun hingga seumur hidup.

Rio pernah tersangkut kasus serupa. Ia bebas pada hari kedua Idulfitri, Sabtu, 16 Juni 2018 dari Lembaga Permasyarakatan (Lapas) Bulak Kapal, Bekasi, Jawa Barat, setelah menjalani hukuman sejak Agustus 2017.

Artis peran itu menjadi orang kelima dari dunia hiburan yang ditangkap terkait kasus narkoba selama satu bulan terakhir. Sebelumnya, polisi menangkap komedian Tri Retno Prayudati alias Nunung dan suaminya July Jan Sambiran; Zulfikar, pemeran Jamal dalam sinetron Preman Pensiun, dan artis Jefri Nichol.

EDITOR

Abdul Gofur

TAGS


KOMENTAR