BANDAR LAMPUNG (Lampost.co)--Polda Lampung telah memberikan ultimatum kepada 46 perusahaan perkebunan yang ada di Provinsi Lampung, agar Lampung Bebas dari Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla), jelang pelaksanaan Asian Games XVIII, dan Kedepannya.

"Hampir semua tempat sudah kita sosialisai dan kumpulkan, tidak lakukan pembakaran saat panen, total ada 46 perusahaan yang sudah kita kumpulkan," ujar wakapolda Lampung Brigijenpol Angesta Romano Yoyol, Selasa (7/8/2018).



Yoyol menambahkan, pelaku atau perusahaan yang bertanggung jawab bisa dipidana. Jika asap yang muncul merugikan orang lain, baik perorangan maupun korporasi, namun penyelidikan diutamakan. Polda Lampung bahkan sudah memiliki alat untuk memonitor titk api (hot spot), selain yang dimiliki BMKG.

"Bisa menganggu penglihatan sampai buat orang celaka, atau asapnya merusak paru-paru atau pernafasan, itu bisa pidana. Tapi kita Lidik dulu, ada unsur pidananya seperti kedengaran atau kelalaian hingga api muncul, atau karena faktor alam," kata Alumnus Akabri 1989 itu.

Diberitakan sebelumnya, Wakapolda Lampung Brigjenpol Angesta Romano Yoyol segera bertindak tegas, akan menangkap dan menjatuhkan sanksi pidana, bagi individu, maupun korporasi uang yang melakukan pembakaran hutan, atau sisa panen perkebunan.

"Kita bakalan tindak, dan tangkap sesuai Undang-undang yang berlaku. Pencegahan ini tak semata-mata Asian Games, tapi seterunya," ujarnya kepada Lampost.co, Senin (6/8/2018).

EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR