BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Polda Lampung masih lakukan pengumpulan bahan keterangan terkait 13 siswa SDN 1 Negeri Olokgading yang diduga keracunan jajanan kantin.

Mereka mengonsumsi minuman berperisa semprot aneka buah, yang mengandung 0,2 mg arsen melebihi ambang batas yakni 0,05 mg yang diuji UPT Puskesmas Bakung, 31 Agustus 2019.



Diintelkam Polda Lampung pun dikabarkan telah menyambangi SD tersebut untuk menggali keterangan.

Dikonfirmasi, Kabid Humas Polda Lampung mengatakan pihak Polda baru sebatas mengumpulkan bahan dan keterangan.

"Sifatnya kita mengumpulkan bahan dan keterangan terlebih dahulu, karena ini kan makanan jadi harus koordinasi dengan instansi terkait seperti BPOM," ujarnya.

Sementara Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Lampung Kombespol Subakti mengatakan pihaknya telah menerjunkan personil untuk melakukan penyelidikan.

"Kita sudah cek, dan sedang berkoordinasi dengan BPOM, untuk menunggu hasil Uji Lab," katanya

Dikabarkan Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan Bandar Lampung akan mengeluarkan hasil uji lab, pada Kamis 12 September 2019.

PLT Kepala BBPOM Bandar Lampung Tri Sujaryo mengatakan, pihaknya telah mendapatkan sample produk tersebut dari Dinas Kesehatan untuk di uji Lab.

"Nanti hasilnya, akan kami sampaikan ke diskes," ujarnya.

Ia belum bisa memastikan berapa lama hasil tersebut bakal keluar. Kemudian ditanya soal penindakan produsen permen tersebut, pihaknya belum bisa memberikan jawaban pasti.

"Kita tunggu hasil lab dulu, nanti langkah selanjutnya seperti apa, kan kita sudah ada mekanismenya.

EDITOR

Abdul Gofur

TAGS


KOMENTAR