BANDAR LAMPUNG (Lampost.co)--Polda Lampung menetapkan dua tersangka soal dugaan 12.000 liter BBM jenis Pertamax dan Pertalite yang hendak dioplos, dan berhasil diamankan oleh Subdit I Indagsi Dirreskrimsus Polda Lampung, pada Minggu, 20 Mei lali di sebuah gudang penyimpangan yang terletak di Kota Bandar Lampung.

Dirreskrimsus Polda Lampung Kombespol Aswin Sipayung mengatakan, dua orang tersangka tersebut berinisal A. dan S. Si A diduga pemilik gudang pengoplos BBM tersebut, dan juga pemilik koperasi dari usaha di bidang BBM. Sementara S merupakan penjaga gudang yang juga bertugas menerima, mengoplos, dan menyimpan BBM tersebut.
"Dua sudah ditetapkan tersangka, A dan S," ujarnya kepada Lampost.co, Jumat (13/7/2018).
Namun, keduanya masih belum ditahan, karena penyidik kesulitan mengetahui keberadaan mereka. "Jadi A dan S alamatnya kan dekat daerah diamanakan, tapi pas kita kroscek enggak ada, disini kendala kita, dan masih kita cari," kata Aswin. 
Namun Aswin Memastikan keduanya tidak akan kabur jauh, dan bisa diamankan, dan penyidik belum mengeluarkan pernyataan DPO. "Ya masih bisa diamankan, sedang kita kembangkan," ujarnya.
Sebelumnya saksi ahli sudah diminta keterangan dua kali, yakni mengirimkan sample BBM kemudian dibalas dengan surat yang menyatakan BBM tak sesuai spek, selanjutnya saksi ahli juga diminta keterangan lebih rinci, dan dipastikan BBM tersebut oplosan.
"Jadi tidak sesuai Spek, oktannya turun dari standar, misal Pertamax 92, pertalite 90. Kalau dikonsumsi merusak motor atau tidaknya, nanti didalami lagi dengan ahli mesin," ungkap Aswin.

EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR