BANDAR LAMPUNG (lampost.co) -- Polda Lampung mengawasi akun-akun media sosial yang melontarkan isu SARA atau menyebarkan hoaks menjelang Pilkada Serentak 2018. Pemantauan media sosial akan dilakukan oleh cyber troops atau pasukan siber.
Kapolda Lampung Irjen Suroso Hadi Siswoyo menerangkan pihaknya sudah mulai mengawasi semua akun-akun media sosial. Pasukan siber sudah dibentuk tiap kabupaten. "Mereka akan mapping dan melakukan antisipasi terhadap akun-akun hoaks, baik sosmed maupun aplikasi chat seperti WhatsApp," ujar Kapolda, Rabu (8/11/2017).
Pasukan siber, kata dia, akan menjalankan tupoksinya untuk memantau dan menganalisis pola akun-akun media sosial yang menyebarkan isu suku agama dan antargolongan atau SARA dan hoaks. Tim akan mendata dan menginventarisasi serta menindak jika ditemukan ada perbuatan pidana.
Ia menjelaskan Presiden Joko Widodo akan meluncurkan aplikasi teknologi informasi canggih yang ada di Mabes Polri. Nantinya akun-akun tersebut akan langsung mati atau shutdown jika terbukti memberikan informasi hoaks. Polda, kata dia, mengimbau masyarakat pemilik akun media sosial untuk tidak memproduksi konten-konten hoaks. Pihaknya memberikan pendidikan literasi digital agar warga internet bijak menggunakan media sosial.
Kabid TI Polda Lampung Komisaris Besar Trisna, melalui Kabid Humas Komisaris Besar Sulistyaningsih, menjelaskan munculnya hoaks atau berita palsu direspons Polda Lampung dengan membuat cyber troops. Pasukan itu digunakan untuk mencegah dan memproteksi sebuah jaringan daring juga dipakai untuk memblokir situs-situs yang berbau kekerasan, narkoba, dan pornografi.
Menurut dia, link yang mengandung unsur-unsur di atas bisa langsung diblokir sehingga tidak sampai pada pengguna internet. Patroli siber dilakukan oleh tim siber dengan memantau aktivitas atau pergerakan jaringan hoaks.
Penelusuran lampost.co, di media sosial Facebook kerap didapati akun-akun yang diduga anonim dan menggunakan foto dan profil palsu. Akun ini melemparkan isu atau tautan berita dengan tambahan redaksional yang saling menjatuhkan antarcalon. Salah satunya grup Memilih Gubernur Lampung dengan jumlah anggota 26.206 akun. Di grup ini kerap saling lempar isu dan perang komentar dengan konten-konten informasi yang belum jelas kebenarannya. 

EDITOR

Isnovan Djamaludin

TAGS


KOMENTAR