BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Subdit IV Remaja, Anak dan Wanita (Renakta) Ditreskrimum Polda Lampung AKBP I Ketut masih lakukan pengembangan perkara penyalur PMI Ilegal, atas nama Asep yang hendak membawa delapan calon PMI yakni RZT, RGH, AH, RS, WI, RH, AM, dan AS.

"Perkaranya masih dikembangkan, tapi kasus Asep saat ini sudah pelimpahan tahap pertama ke kejaksaan. Kita nungggu, apa berkas kurang lengkap (P19), atau dinyatakan lengkap (P21)," ujarnya kepada Lampost.co, Rabu (2/5/2018).



Polda juga masih melakukan penyelidikan apakah, Asep memiliki jaringan, dan bagaimana cara memyalurkan pekerja ke Malaysia. Hasil sidik sementara, memang para calon PMI memiliki pasport, namun belum memiliki visa apakah, wisata ataupun bekerja. "Kita terus lidik," ujarnya.

Sebelumnya, Subdit IV Renakta menangkap tersangka penyaluran TKI Ilegal, Asep (45), warga Pangeran Antasari, Tanjungkarang Timur. Pelaku dibekuk pada Senin (9/4/2018) di sebuah rumah di Jalan Pangeran Antasari, yang diduga tempat penampungan para calon tenaga kerja atau disebut pekerja migran Indonesia.

EDITOR

Abdul Gofur

TAGS


KOMENTAR