BANDAR LAMPUNG (Lampost.co)--Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Lampung melimpahkan tersangka dan barang bukti, kasus pengadaan alat olahraga Disdik Lampung Selatan tahun 2016, dengan nilai anggaran Rp2,3 miliar pada Rabu (3/7/2019).

"Sudah kita limpahkan hari ini, ke Kejaksaan tinggi Lampung, tersangka dan barang bukti," ujar Kasubdit III Tipikor Ditreskrimsus Polda Lampung AKBP Eko Mei, Rabu (3/7/2019).



Menurut Eko, sebelumnya berkas perkara tersebut sempat mandek dikarenakan, nur Muhammad selaku pemilik CV, dalam posisi DPO. Kemudian KPK membantu melakukan penangkapan. "Karena DPO sudah didapat, jadi kita bisa segera lengkapi berkasnya, audit BPK juga ada kerugian Rp1,08 miliar," katanya. 

Untuk dugaan kasus korupsi lain dari tiga pelaku, Pihaknya makhluk Melakukan pendalaman."Sementara yang ini dulu, yangalat bukti sudah cukup," katanya.

Diberitakan sebelumnya, Kabid Disdik Lampung Selatan, Yusmardi, yang menjadi tersangka korupsi pengadaan alat olahraga tahun anggaran 2016, ternyata sudah ditahan oleh Subdit III Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Lampung.
Ia ditahan sejak 25 Mei 2019. Padahal sebelumnya masih aktif berdinas sejak KPK melakukan penangkapan Nur Muhammad, pada (5/5/2019).   Dengan demikian status PNS Yumardi terancam hilang.

"Iya, dia sudah ditahan sejak 25 Mei  lalu," ujar Kabid Humas Polda Lampung Kombespol Zahwani Pandra Arsyad, didampingi Kasubdit III Tipikor Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Lampung AKBP Eko Mei, Senin (1/7).
Dari perkara tersebut tiga orang yang menjadi tersangka yakni Nur Muhammad selaku rekanan dari CV Mika Kharisma, Yusmardi selaku pejabat pembuat komitmen (PPK) pada proyek tersebut, dan Zulfikar selaku pemodal.
Dari audit BPK, dari proyek dengan nilai Rp2,3 miliar pada pengadaan alat olahraga tahun 2016, ditemukan kerugian mencapai Rp 1,08 miliar. Yusmardi disuap Rp460 juta, atau 20 persen dari nilai proyek.
"Modusnya Y (Yusmardi)  menerima uang Dari Z (pemilik modal), untuk ijon proyek sebelum lelang dimulai, mereka ngatur supaya CV Mika Kharisma yang menang," paparnya.
CV Mikha kharisma hanyalah sebagai CV pinjaman dari Nur Muhammad oleh Zulfikar, dan mereka membahas pembagian dari proyek tersebut.

"Bekas perkara ini kita split jadi tiga berkas. Kemudian berkas perkaranya juga displit jadi tiga berkas, dan segera liga limpahkan ke Kejaksaan Tinggi untuk di sidang," katanya.

EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR