LAMPUNG POST | lampost.co logo
2017 3 July
32612
LAMPUNG POST | Polda Lampung Tahan Kadinkes Lampung Timur
Kadinkes Lampung Timur Evi Darwati usai diperkisa penyidik Ditreskrimsus Polda Lampung, Senin (3/7/2017). Lampost.co/Asrul Septian Malik

Polda Lampung Tahan Kadinkes Lampung Timur

BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Lampung Timur Evi Darwati resmi ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan Direktorat Kriminal Khusus Polda Lampung, Senin (3/7/2017), setelah menjalani pemeriksaan selama tujuh jam.
Pemantuan Lampost.co, usai diperiksa di ruang Subdit III Ditrekrimsus Polda Lampung, Evi Darwati tidak langsung ditahan, tetapi dibawa menuju RS Bhayangkara karena kondisi kesehatannya menurun. Informasi dari petugas kesehatan, tekanan darahnya cukup tinggi mencapai 240/100.
Kapolda Lampung Irjen Sudjarno kepada awak media mengatakan Kadinkes Lampung Timur Evi Resmi ditahan setelah memiliki alat bukti yang cukup dan juga hasil pemeriksaan saksi. Tersangka diduga memberikan perintah kepada Reni Andriani Putri alias Rere, staf pegawai JKN Dinkes Lamtim asal Desa Adirejo, Pekalongan, Lampung Timur, yang kini sudah ditahan lebih dahulu sejak 10 Juni 2017 yang lalu, dan sudah dilakukan penambahan penahanan, hingga 40 hari ke depan.
Perintah setoran tersebut diduga dengan upaya intimidasi, jika enggan menyetorkan akan dianggap menghindari komitmen dan di-nonjob-kan menjadi kepala UPTD puskesmas.
Perintah tersebut diduga untuk meminta setoran dana Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) sebesar masing-masing 10% dari 34 puskesmas yang ada. Rere sendiri baru menarik pungutan dari tiga kepala puskesmas, yakni Yusi Melia sebagai kepala Puskesmas Pekalongan, Sambiati (kepala puskesmas), dan Siti Zulaikah sebagai bendahara Puskesmas Raman Utara. Dari ketiga orang tersebut terkumpul uang mulai Rp10 juta, Rp13, juta, dan Rp25 juta hingga terkumpul sebesar Rp48 juta.
"Dari hasil OTT, adanya dugaan perintah dan keterlibatan Kadinkes E untuk memberikan perintah," kata Sudjarno di ruang pemeriksaan Subdit III Tipikor Diretkrimsus Polda Lampung, Senin (3/7/2017).
Evi akan ditahan selama 20 hari ke depan di sel umum Mapolda Lampung, dan kasusnya terus dikembangakn untuk menemukan bukti lain dan jika ada tersangka yang baru. Sebelumnya Polda Lampung sudah melakukan pemanggilan pertama, namun tidak hadir.
"Pemanggilan pertama enggak dateng, yang kedua dateng langsung kita tahan," kata mantan Wakapolda Metro Jaya itu.
Selain itu, Dirkrimsus Polda Lampung Komisaris Besar Rudi Setiawan mengatakan suami Evi berinisial A juga diperiksa sebagai saksi seputar keberadaannya saat penangkapan. Rudy mengatakan saat Rere hendak diamankan, ia berlari ke rumah Kadinkes Evi dan dilindungi suaminya.
"Jadi Rere kita tangkap, dia lari ke rumah Kadinkes, ada suaminya yang semcam lindungin," tandasnya.
Tersangka dijerat dengan Pasal 12 huruf e Undang-Undang No. 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-Undang No 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHPidana. "Diancam dengan UU Tipikor dengam ancamam minimal 4 tahun dan paling lama 25 tahun," katanya.
Sementara itu, Kadinkes Lampung Timur Evi Darwati melalui kuasa hukum Resmen Khadafi, membantah kalau dia melakukan pungutan liar tersebut. Menurut Resmen, kliennya hanya memerintahkan engambilkan honor kegiatan, baik untuk dirinya maupun petugas kesehatan.
"Terkait uang, klien kita membantah, Bu Kadis enggak pernah perintah, cuma minta tolong ambilin honor, kan biasa kadis, pegawai ada honornya kalau ada kegiatan," kata Resmen Khadafi kepada awak media.
Setelah dicecar 35 pernyataan seputar kejadian tersebut, kronologi dan peran masing-masing tersangka, Resmen mengatakan kalau dugaan pengumpulan uang oleh beberapa kepala puskesmas di Lampung Timur tersebut atas dasar inisiatif Rere. Selain Evi, suaminya yang berinisil A diperiksa sebagai saksi seputar keberadaan dia di rumahnya ketika Rere kabur bersembunyi.
"Sama sekali enggak ada perintah dari Bu Kadis, kemungkinan inisiatif Rere," tandasnya.
Selain itu Resmen Khadafi jug mengajukan penangguhan atau pengalihan jenis tahanan, mengingat Evi saat ini perannya sangat dibutuhkan dalam kegiatan kedinasan di Lampung Timur. "Kita sudah ajukan surat pengalihan penahanan, sepert tahanan kota, karena banyak pekerjaan yang harus dilakukan, tanda tangan dan lain-lain, apalagi anggaran sudah berjalan," katanya.

LAMPUNG POST

BAGIKAN


TRANSLATE
  • LAMPUNG POST
  • LAMPUNG POST | Radio Sai 100 FM
  • LAMPUNG POST | Lampost Publishing
  • LAMPUNG POST | Event Organizer
  • LAMPUNG POST | Lampung Post Education Center
  • LAMPUNG POST | Media Indonesia
  • LAMPUNG POST | Metro Tv