BANDAR LAMPUNG (lampost.co) -- Polda Lampung terus melakukan upaya penindakan perkara C3. Kendati demikian, penanganan perkara pidana tak lepas dari upaya praperadilan yang diajukan para pelaku.

Sidang praperadilan pertama berlangsung di PN Kota Agung adalah tentang keabsahan upaya paksa yang dilakukan oleh penyidik berdasarkan permohonan tersangka kasus curas, atas nama Suherman.



Kemudian sidang praperadilan yang berlangsung di Kota Bandar Lampung adalah tentang keabsahan tindakan upaya paksa yang dilakukan oleh penyidik berdasarkan permohonan tersangka kasus penipuan dan penggelapan atas nama Andrie Yuska.

Dirreskrimum Polda Lampung Kombes Bobby Marpaung melalui Kasubdit III Kejahatan dan Kekerasan (Jatanras) AKBP Ruli Andi Yunianto mengatakan, hasil sidang tersebut menolak permohonan gugatan dari tersangka.

Kasus yang digugat di Tanggamus itu, lanjutnya, sesuai Laporan Polisi Nomor : LP/B-950/XII/2014/Polda LPG/Res Lamsel/Sek Gedong Tataan, tertanggal 19 Desember 2014 tentang Tindak Pidana Curas.

Dan di Bandar Lampung adalah sesuai dengan Laporan Polisi Nomor : LP/B-1247/X/2017/Polda LPG/SPKT, tertanggal 31 Oktober 2017 tentang Tindak Pidana Penipuan dan Penggelapan.

"Dinyatakan tindakan upaya paksa dari penyidik adalah sah. Permohonan gugatan tersangka ditolak hakim," ujarnya kepada lampost.co, Rabu (15/8/2018).

Menurut Ruli, penyidik sudah semaksimal mungkin dalam menangani perkara dan sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP).

"Upaya dan tindakan yang dilakukan dalam rangka proses penyelidikan dan penyidikan khususnya upaya paksa berupa pemanggilan, penangkapan, penahanan serta penggeledahan dan penyitaan serta penetapan tersangka senantiasa berdasarkan atas prosedur tetap yang disesuaikan pada peraturan perundangan-undangan yang ada," kata dia.

 

EDITOR

Ricky Marly

TAGS


KOMENTAR