BANDAR LAMPUNG (Lampost.co)--Ditangkapnya Bandar Narkoba asal Lampung Timur, Zainudin alias Din Sikin, pada 10 Juli lalu oleh Bidang Propam Polda Lampung dengan barang bukti sekitar 60 paket sabu, dan 7 butir pil ekstasi.  
Belakangan, Zainudin akhirya meninggal dunia, dan sempat muncul isu kalau bandar yang diduga memasok oknum polisi itu meninggal tidak wajar, usai diamankan Bidpropam Polda Lampung.

Menanggapi hal itu, Kabid Humas Polda Lampung Kombespol Sulistyaningsih angkat bicara. Sulis mengatakan penangkapan Din Sikin sudah sesuai prosedur, dan tak ada upaya yang menyebabkan dirinya meninggal.
Sulis menjelaskan, Bidpropam Polda Lampung melakukan penyelidikan terhadap anggota polisi yang terlibat. Bidpropam awalnya menangkap anggota Sabhara Polres Lampung Timur Brigpol WA pada 9 Juli 2018 Pukul 19.00 WIB.
“Tim Subdit Paminal Propam Polda Lampung mengamankan Brigpol Wawan Ardianto terkait penggunaan narkoba. Penangkapan tersebut karena  ditemukan adanya foto alat hisap sabu atau bong diatas ijazah Polri atas nama Brigpol WA,” ujarnya di Mapolda Lampung Kamis (19/7/2018).
Dari situlah Bidpropam melakukan pengembangan dan menangkap Zainudin alias Din Sikin, yang diduga saat itu baru saja berpesta dengan anggota polres Lampung timur lainnya.
Dari pemeriksaan itu, Faisal juga menyatakan agar korban dilakukan otopsi untuk mengetahui sebab kematian korban secara spesifik, namun pihak keluarga menolak.
”Kita sudah koordinasi kepada keluarga dan keluarga menolak untuk diotopsi dengan dibuktikan surat penolakan yang ditandatangi ibu Darlina (ibu korban),” katanya seraya menunjukan surat tidak setuju tersebut.
"Kami sudah melakukan proses kode etik sesuai yang berlaku terhadap oknum. Selain itu, kDirektorat Narkoba Polda Lampung dan Kabid Propam sudah menangani secara profesional, Rekan-rekan percayakan kepada polisi dalam rangka menangani kasus Zainuddin,” katanya.
Sementara Kepala Rumah Skit Bhayangkara Polda Lampung, Kompol Faisal mengatakan, memang korban hanya mengalami luka lecet dan memar, dihabisin bahu pelipis, dan dagu, namun hal tersebut ia jamin bukan penyebab utama Zainudin meninggal. "Saya pastikan hal itu bukan penyebab ia meninggal," ujarnya di Mapolda Lampung.
Menurut Faisal, yang juga seorang dokter, usai jenazah Zainudin tiba di RS milik Polda Lampung tersebut, pihaknya melakukan pemeriksaan, naik pemeriksaan fisik, maupun laboratorium. Hasilnya, memang ada sedikit luka lecet, namun dari hasil lab, dirinya positif mengkonsumsi narkoba. "Jadi dia positif mengandung ampethamine dan metaamphetamine," katanya.
Faisal menyakinkan bahwa luka yang dialami korban tidaklah fatal lantaran hanya luka lecet dan memar. Dari pemeriksaan itu, ia menyatakan kepada penyidik agar korban dilakukan otopsi untuk mengetahui sebab kematian korban.
”Kita sudah koordinasi kepada keluarga dan keluarga menolak untuk diotopsi dengan dibuktikan surat penolakan yang ditandatangi  Darlina (red Ibu Din Sikin),” katanya sambil menunjukan surat  penolakan. 

EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR