BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Direktorat Lalu Lintas Polda Lampung terus berupaya mencegah angka kecelakaan lalu lintas khusunya menekan angka penggunaan kendaraan roda dua dan menciptakan arus lalu lintas yang lancar.

Karenanya, Direktorat Lalulintas mendorong terciptanya Tansportasi Sehat dan Merakyat (TSM), dengan berkoordinasi antara Satlantas dan instansi terkait seperti Dinas Perhubungan Provinsi Lampung, Dinas Perhubungan Kota Bandar Lampung, Jasa Raharja, dan instansi lainnya yang berkaitan dengan transportasi.



"Kita adakan kemarin Rabu (18/7/2018), dan mudah-mudahan sosialisasi tentang TSM penggunaan transportasi publik massal bisa disosialisasikan secara massif," ujar Dirlantas Polda Lampung Kombespol Kemas Ahmad Yamin, Minggu (22/7/2018).

Yamin menambahkan, dari hasil sosialisasi dan rapat tersebut, diharapkan agar Instansi terkait bersama Satlantas Polres/Polresta jajaran Polda Lampung dapat ikut serta mengalihkan kebiasaan menggunakan kendaraan bermotor dengan bersepeda, dengan tujuan untuk mencegah dan mengurangi kecelakaan lalu lintas, serta menjaga lingkungan yang sehat bebas polusi. Selain itu, diharapkan masyarakat beralih menggunakan sepeda utamanya pada anak di bawa umur.

Kemudian diharapakan agar setiap instansi, ikut serta berkampanye keselamatan berlalu lintas dengan memanfaatkan program unggulan Korlantas Polri yaitu Transportasi Sehat Merakyat (TSM)/Active transportasion dan mensosialisasikan manfaatnnya.

"Harapannya kita bersama-sama ,endapatkan solusi dari pada permasalahan lalu lintas yang ada dengan mengurangi pemakaian kendaraan bermotor yang dapat menyebabkan polusi udara dan dampak positifnya," katanya.

Sementara, Kasubdit Dikyasa Ditlantas Polda Lampung AKBP Bryan Benteng mengatakan selain untuk mengurai kemacetan, pentingnya terciptanya transportasi massal adalah untuk menekan angka kecelakaan lalu lintas, hingga menyebabkan kematian.

Apalagi angka lakalantas kendaraan roda dua di dominasi pelajar, yang memang secara ketentuan belum layak mengendarai sepeda motor karena tidak bisa memiliki SIM. "Selain pihak pemerintah bersama instansi lain termasuk polisi, harus bersama-sama menciptakan master plan transportasi massal, pendidikan lalu lintas juga harus dikuatkan ke sekolah. Minimal, adanya pelarangan penggunaan roda dua bagi pelajar," katanya.

EDITOR

Adi Sunaryo

TAGS


KOMENTAR